Kebahagiaan Iman Dari Sang Penabur

43
yang jatuh di tanah baik berarti kita mendengar dan mengerti sehingga menghasilkan buah berlimpah.
Kebahagiaan Iman dari Sang Penabur
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com.- Iman sebagai tanggapan atas Sabda Allah mendatangkan kebahagiaan. Orang yang beriman adalah orang yang bahagia. Tak peduli seberapa besar tantangan yang dihadapinya, orang beriman tetap kuat dan bahagia imannya. Maka marilah kita bertanya, siapakah Penabur itu? Dan apakah benih yang ditaburkan di tanah itu dapat subur dan bisa berbuah? Mari mendengar Sabda Tuhan

Bacaan Injil Matius 13:1-9

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.  Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” 

Iman itu  ibarat benih. Jika disemaikan di tanah yang subur dan dirawat dengan baik maka benih itu akan tumbuh dan akhirnya membuahkan hasil yang baik. Misalnya, ketika kita menanam bunga, kita tentu memilih tanah yang baik dan subur lalu merawatnya. Bunga yang ditanam tumbuh dengan subur dan akhirnya mengeluarkan bunga yang sangat indah tentu memberikan kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain yang melihatnya.

Tubuh manusia juga ibarat tempat benih yang disemaikan. Nasib benih itu tergantung dari kesuburan tubuh dan jiwa manusia. Jika tubuh manusia subur maka benih iman itu akan tumbuh dengan baik.

Mimbar Agama Katolik di RRI Sorong

Pertanyaannya dengan apa tubuh manusia itu disuburkan? Jawabannya yakni dengan siraman rohani yang terkandung di dalam Sabda Tuhan. Benih dan lahan yang baik pasti hasilkan buah yang baik. Semakin sering manusia mendengarkan Sabda-Nya dan melaksanakannya, maka tubuh dan jiwa manusia semakin subur sehingga benih iman itu dapat berkembang. Tanah yang subur tidak cukup, manusia perlu merawat benih itu dengan menyirami dan memberi pupuk serta membersihkannya dari rumput liar dan hama yang dapat merusak benih iman itu

Rumput liar dan hama itu adalah dosa manusia. Dosa membuat iman terganggu bahkan merusak iman sehingga pada akhirnya mati. Hal itulah yang dimaksudkan oleh Yesus dalam Injil hari ini “Perumpamaan tentang seorang Penabur”.

Sabda hari ini berkisah tentang perumpamaan  seorang penabur. Ada beberapa kondisi tanah  beragam yang ditampilkan. Hal ini mengingatkan bahwa ada beragam tanggapan manusia terhadap sabda keutamaan Tuhan.

Benih yang jatuh di pinggir jalan berarti orang mendengar tetapi tidak mengerti. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu berarti orang yang mendengar tetapi tidak berakar. Yang jatuh di tengah semak duri berarti orang mendengar tetapi tidak berbuah. Akhirnya,  yang jatuh di tanah baik berarti kita mendengar dan mengerti sehingga menghasilkan buah berlimpah.

Perkembangan dunia dengan teknologi yang sangat cepat saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi iman pada zaman sekarang cenderung lebih sulit karena kemudahan-kemudahan dunia. Akibatnya kita semakin tertutup dalam melaksanakan dan mempraktekkan iman kita. Mari kita bersatu dengan Gereja dalam merayakan Ekaristi, Bersajalan bersama Gereja yang menggerakkan dunia dengan cinta kasih sehingga dunia menjadi lahan yang subur bagi benih iman.

Marilah berusaha menjadi tanah yang baik dan subur. Harapannya, benih keutamaan dan benih kebaikan itu tumbuh berkembang dalam diri kita.  (Laurent R/*)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini