Kenangan USKUP SAKLIL “Anak Mama Yang Telah Diramal Akan Menjadi Seorang Jaksa” (2)

0
52
- Iklan Berita 1 -

Salah satu yang membuat uskup begitu dekat dengan keenam adiknya karena saudara mereka yang pertama hingga ketiga saat itu sudah meninggalkan rumah untuk mengikuti pendidikan di Merauke dan Jayapura. Usia mereka pun terpaut jauh dengan 7 saudara yang lain.

“Dialah paling tua waktu kami masih kecil sehingga kedekatan kami dengan dia sangat erat. Waktu kami kecil kakak suka perintah dan atur apa yang harus kami kerjakan. Kalau pemalas kerja ooo dia langsung pukul, tapi kami merasakan betul cara dia memukul itu penuh dengan sentuhan kasih. Kami rindu kenangan itu,” kenangnya.

Keterbatasan hidup di Kampung Timika Jaya membuat keluarga ini menjalaninya dengan penuh kesederhanaan. Mereka tidak memiliki kesempatan ataupun pilihan untuk menentukan apa makananan kesukaan mereka.

“Uskup tidak punya makanan favorit. Semua yang ada kami makan. Dulu agak susah. Kalau libur sekolah kami terbang dari Jayapura tiba di Kokonao langsung ke kampung. Suasana inilah yang kami alami sebagai anak kampung sehingga kedekatan dengan masyarakat sangat lekat di hati. Suasana ini kami bawah terus sampai saat ini,” ujarnya.

Menurut Suster Rosalina, saat kecil hingga menjadi Uskup John Philip Saklil Pe, almarhum sangat mencintai dan mengasihi mama mereka, almarhum Yosefina Rahangmetan.

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.