SORONG, Monitorpapua.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sorong, Rofiul Amri, S.Pd., M.Pd.I mengajak seluruh ASN dan PPNPN Kemenag Kota untuk mengimplementasi moderasi beragama. Salah satu bentuk nyata adalah kerja bakti bersama di tempat-tempat Ibadah, Jumat, 19 April 2024, pukul 08.00 wit
Bertempat di Gereja Generasi Kristus “Sorong City Blessing” Jalan Sorong-Klamono Km 17 Sorong, tampak, Kepala Kantor mengenakan kaos coklat dan sepatu kerja, meletakkan mesin pemotong rumput di pundaknya, lalu menghidupkan mesin tersebut, sembari memotong rumput di halaman Gereja “Sorong City Blessing” selama kurang lebih satu jam.
Sedangkan para pegawai ASN dan PPNPN membersihkan ruang dalam gedung gereja. Sebagian lagi mengangkat sampah bersama para pegawai dan membuangnya di tempat penampungan sampah. Kehadiran dan semangat Kepala Kantor Kemenag Rofiul Amri memberi spirit kepada seluruh pegawai kemenag kota Sorong untuk terus memberi perhatian kepada seluruh tempat ibadah di Kota Sorong agar tetap menjaga kerukunan, toleransi sebagai wujud moderasi beragama.
Tampak sebuah spanduk bertuliskan ‘Kerja Bakti Dalam Rangka Penguatan Implementasi Moderasi Bergama’ menjadi ajakan Kepala Kantor Kemenag Kota Sorong kepada para pegawainya agar menyadari bahwa Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar.
“Moderasi beragama menjadi salah satu bentuk toleransi terhadap umat beragama satu sama lain. Moderasi beragama dapat diartikan sebagai sikap, cara pandang, dan praktik beragama dengan cara mengedepankan aspek kemanusiaan dan kemaslahatan sesuai dengan konsep Pancasila,” ucap Rofiul Amri, Kepala Kemenag Kota Sorong dalam setiap kegiatan membina pegawainya di Kantor Kemenag Kota Sorong.
Kegiatan kerja bakti ini merupakan implementasi dari Perkin Kepala Kantor bersama Kakanwil terkait moderasi beragama. Kesempatan itu, Rofiul Amri menunjukkan sikap dan tindakan toleransi beragama dengan kerja bakti membersihkan dan merawat tempat ibadah sekaligus memberikan pemahaman kepada para pegawai bahwa salah satu tindakan kerja bakti tersebut adalah bentuk moderasi beragama. Maka semua pegawai berbeda agama membersihkan ruang dalam Gereja dan sekitarnya dengan penuh sukacita. “Kerja bakti ini menjadi simbol kerjasama antarumat beragama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan damai,” ujar Rofiul Amri.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang melintasi area kerja sekitarnya, karena melihat pegawai berbeda agama membersihkan ruang dalam Gereja dan sekitarnya. Tentu menggambarkan contoh konkret bagaimana perbedaan keyakinan dapat menyatu dalam aksi nyata demi kebaikan bersama, memiliki makna dan nilai spiritual bagi umat Kristen di daerah itu dan menjadi tempat berdoa yang sakral bagi umatnya.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, semangat moderasi beragama dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi umat beragama bahwa harmoni antar umat beragama bukan hanya diucapkan tetapi juga diimplementasikan dalam tindakan sehari-hari sehingga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Agustinus Kombubui, SH., Kasubag TU Kemenag Kota Sorong.
Pendeta Tommy yang melayani jemaat “Sorong City Blessing”, mengucap terima kasih atas pelayanan Kepala Kantor dan seluruh pegawai Kemenag Kota Sorong. “Terima kasih atas kedatangan saudara-saudari semua, telah memberi perhatian kepada kami di Gereja ini. Semoga Tuhan memberkati Bapak Ibu semua dalam tugas dan pelayanan,” ucap Pendeta.
Agustinus Kombubui, SH., Kasubag TU Kemenag Kota Sorong secara terpisah mengatakan Moderasi beragama bagi semua agama memiliki tujuan untuk saling empati, berdamai, dan saling menghargai setiap perbedaan keyakinan. Toleransi dapat dijadikan sebagai sikap dalam menghargai dan menghormati setiap perbedaan antar individu atau kelompok baik masyarakat maupun agama.
Selain itu, moderasi beragama juga sebagai upaya dalam menghormati setiap perbedaan dan menjaga keutuhan Bhinneka Tunggal Ika. Kerjasama adalah sikap yang harus dimiliki setiap individu atau kelompok dalam menerapkan moderasi beragama. Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai terhadap suatu perbedaan. Ini beberapa nilai-nilai dalam moderasi beragama, “ ucap Agustinus Kombubui, SH., Kasubag TU Kemenag Kota Sorong (Laurent Reresi)











