Penyuluhan untuk Mahasiswa Katolik Stikes Papua

45

SORONG, Monitorpapua.com – Banyak pertanyaan terkait pendidikan agama. Bersama kelompok binaan, Mahasiswa-Mahasiswi Katolik Stikes Papua Kota Sorong, Penyuluh membuka penyuluhan dengan pertanyaan awal, Apakah Anda menyadari bahwa anda adalah manusia menurut gambar Allah? Penyuluh mengatakan bahwa pertanyaan tentang siapa manusia merupakan pertanyaan pokok dalam setiap agama. Maka setiap orang harus menyadari dirinya diciptakan Allah menurut gambar Allah.

Penyuluh pun mengatakan ada banyak definisi atau pandangan tentang manusia, antara lain: makhluk yang berbicara (animal loquens), hewan yang memiliki akal budi (animal rationale), makhluk simbolik (a symbolic animal), makhluk yang beretika (ethical being), makhluk yang memiliki rasa estetis (an aesthetical being); makhluk religious (a religious being) dan masih banyak definisi lain.

Paham atau definisi tersebut memberikan gambaran tentang manusia dari sudut pandang tertentu. Maka, sejumlah mahasiswa bertanya ketika mereka mendapat penyuluhan di hari ini, Sabtu 20 April 2024, pukul 08.00-10.00 Wit.

Sadar akan keterbatasan setiap definisi, kelompok binaan memahami bahwa manusia itu adalah pribadi (persona). Siapa manusia dan bagaimana mahasiswa memaknai kehidupan merupakan pertanyaan eksistensial dalam diri setiap manusia.

Penyuluh mengatakan, menurut filsuf Plato, manusia merupakan animal society yaitu makhluk sosial dan makhluk yang senang bergaul untuk hidup bersama.

Status makhluk sosial selalu melekat pada diri manusia. Manusia tidak bisa bertahan hidup secara utuh hanya dengan mengandalkan dirinya sendiri saja. Sejak lahir sampai meninggal dunia, manusia memerlukan bantuan atau kerjasama dengan orang lain.

Penyuluh juga menjelaskan menurut filsuf Aristoteles, manusia adalah zoon politicon, makhluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. Artinya, makhluk yang selalu hidup bermasyarakat. Diri manusia sejak dilahirkan sudah memiliki hasrat/bakat/naluri yang kuat untuk berhubungan atau hidup di tengah-tengah manusia lainnya. Kitab Kejadian menuliskan kisah penciptaan menekankan bagaimana Allah menempatkan manusia sebagai ciptaan-Nya yang khusus.

Manusia disebut sebagai gambar Allah (imago Dei) yang mewakili Allah di dunia. Artinya, keberadaan manusia menunjukkan bahwa Allah ada. Manusia menjadi begitu sangat penting dan berarti karena segala sesuatu di dunia ini harus diarahkan kepada manusia sebagai pusat dan puncaknya.

Penyuluh mengatakan pertanyaan yang tidak bisa dihindari dan yang harus kita gali adalah: siapa sebenarnya manusia itu, dari mana manusia berasal, apa ciri khas dan sifat manusiawi, apa yang membuat manusia itu berkedudukan di atas makhluk-makhluk lainnya, dan apa yang merupakan martabatnya? (Laurentius Reresi/pelbagai sumber Inspiratif)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini