Lingkungan Santo Stefanus Terapung di Pantai Tanjung Kasuari Berjam-Jam

0
97
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Kota Sorong memiliki banyak pantai tersebar sepanjang perjalanan menuju Pantai Tanjung Kasuari, luas wilayah, serta popularitas, Tanjung Kasuari tetap menjadi primadona di Kota Sorong. Bahkan dari sisi keamanan sangat nyaman dan terjamin.

Ketua Lingkungan Santo Stefanus, Ny. Nancy Manurung telah mengadakan survey di beberapa lokasi pantai Tanjung Kasuari. Hasil survey bersama beberapa ibu Santo Stefanus, ternyata
salah satu pantai ini dikatakan indah karena terletak paling tengah di jajaran pantai-pantai lainnya, sehingga umat Lingkungan Santo Stefanus akhirnya memilih pantai ini yang letaknya tak jauh dari Tanjung Kasuari sebagai pantai favorit mereka untuk berwisata.

Benar, airnya bagus, terdapat haparan pasir putih membuat umat Lingkungan Santo Stefanus, Paroki Santo Santo Yohanes Pembaptis yang mengadakan kegiatan rekreasi bersama di Pantai itu lebih tepatnya lagi di pantai jalan Kapitan Patimura Sorong, suasana pantai dan rindangnya pepohonan yang asri memukau hati anak-anak remaja, ibu-ibu dan kaum Bapak keluarga. Biaya untuk masuk pantai ini hanya dikenakan kendaraan bermotor 50.000 rupiah untuk mobil, dan 20.000 rupiah untuk sepeda motor.

Pantai ini adalah pantai yang cukup terkenal di Kota Sorong. Masyarakat setempat senang sekali menghabiskan waktu akhir pekan dan hari libur di pantai indah ini.

Lokasinya yang cukup jauh dari keramaian kota membuat pantai ini menjadi sebuah tempat wisata yang nyaman selepas aktivitas umat Lingkungan Stefanus Sorong, berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat kota.

Menuju ke Pantai Tanjung Kasuari dapat ditempuh hanya dalam 30 menit dengan kendaraan bermotor.
Lebih menyenangkan lagi, ketika memasuki wilayah pantai, penduduk sekitar pantai menyambut dengan senyum ramah.
masyarakat sekitar pantai, mereka yang umumnya menjual kelapa muda, menyewakan perahu, atau bahkan menjajakan makanan kecil.

“Selama 6 jam wisata, kami bersendau gurau, berdoa, berefleksi, makan bersama, mancing ikan, berenang dan lebih lagi belajar terapung di atas air berjam-jam,” kata Ketua Lingkungan Ny. Nancy Manurung sembari menyaksikan pasangan suami istri Anton Palinggi dan Ulpia Riba mengapung di atas air berjam-jam.

Tak lupa Keluarga Pangemanan menangkap ikan, sedangkan anak-anak remaja lomba berenang hingga kedalaman laut. Yang memancing ikan belum beruntung karena anak-anak lomba berenang. (Siska Gurning/Kevin Reresi)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.