SORONG, Monitorpapua.com.- Misa Etnis Tanimbar di Paroki Santo Yohanes Pembaptis bertepatan dengan Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran. Misa Etnis Tanimbar ini merupakan salah satu kegiatan keagamaan yang sangat sakral dan memiliki makna mendalam bagi umat Katolik, khususnya etnis Tanimbar di Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Kota Sorong.

Selebran utama Pastor Alek Ate memimpin Misa kudus, mengenakan busana Misa sesuai tahun Liturgi Gereja Katolik serta mengenakan satu kain tenun di bagian kepala sebagai tanda kehadiran Sang Raja yakni Yesus Kristus datang ke dunia, menambah kesakralan perayaan ekaristi, Minggu 9 November 2025 dihadiri umat Paroki.

Misa kudus dipersembahkan Pastor Aleks Ate dimeriahkan koorsponsor Koor Etnis menyiapkan koor berbahasa Tanimbar dengan iringan musik nuansa Tanimbar dipersembahkan kepada Tuhan.
Busana koorsponsor
Busana koorsponsor yang dikenakan adalah busana Adat Tanimbar. Umat etnis Tanimbar mengenakan busana adat tenun merah yang terdiri dari kain tenun khas dengan motif-motif yang memiliki makna filosofis. Selain itu, perhiasan anting-anting, mas bulan, kalung mas, dan gelang kaki yang terbuat dari gading gajah. Selain itu, terdapat juga hiasan Altar dari busana kain tenun Tanimbar melambangkan kesucian dan kesaklaran liturgi Katolik.

Petugas Lektor dan Mazmur juga mengenakan busana Tanimbar membuat suasana misa menjadi sakral dan kudus. Bosko Bwarnirun bertugas sebagai lector dan Chelsea Maria Borlak bertugas sebagai Pemazmur mengantar umat untuk bermazmur dan mendengar Sabda Allah.
Makna Misa Etnis Tanimbar

Misa etnis Tanimbar memiliki makna yang mendalam dalam hal keimanan dan kebudayaan. Pastor Alex Ate dalam khotbahnya mengingatkan umat tentang pentingnya mengasihi Allah dan sesama seperti diri sendiri (Yoh. 2:13-22) bertepatan dengan Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran. Misa ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat Katolik dari berbagai etnis. (Agung Reresi)










