Pembina Menyiapkan 72 Krismawan Menjadi Pemimpin Kristiani

25

SORONG, Monitorpapua.com – Sebanyak tiga orang Pembina para calon Krisma dari Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Kota Sorong, Papua Barat Daya, telah menyiapkan Krismawan-Krismawati menjadi Pemimpin Kristiani masa depan Gereja dan Bangsa adalah tugas Gereja Katolik di dunia.

Ketiga Pembina itu adalah Laurentius Reresi, Meri Matande dan Herlina Kondo Allo. Waktu pembinaan selama 2 bulan selalu menuntut kehadiran 72 orang di dalam ruangan pembinaan agara mereka disiapkan menjadi pemimpin Kristiani yang memiliki dedikasi tinggi dan mampu memimpin diri sendiri dan orang lain. Bahkan menjadi pemimpin Gereja bangsa dan negara.

“Tentu mempersiapkan calon pemimpin Kristiani masa depan bangsa harus dimulai dari usia anak-anak dan remaja,” ujar Herlina Kondo Allo.

Alhasil, Pembimbing para calon Krisma memberikan banyak pelatihan dan tugas kepada (calon) krismawan-krismawati untuk melaksanakan satu tugas terkait kepemimpinan kristiani. Para pembina meyakinkan peserta agar memiliki keyakinan siapa pun memiliki hak dan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin. Jika tidak menjadi seorang pemimpin bagi orang lain, minimal para krismawan-krimawati ini bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.

“Sebab, rencana Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia, memiliki kemampuan untuk memimpin.
Dengan prinsip seperti ini, para calon Krisma sungguh menyadari kasih Allah. Merekalah penerus yang akan mempengaruhi kemajuan dan kemunduran kualitas dan kuantitas gereja di masa yang akan datang,” terang Meri Matande.

Laurentius Reresi mengatakan untuk melatih kepemimpinan (calon) Krismawan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pembina perlu berusaha kerja keras dan berkorban agar bisa membentuk Krismawan menjadi pemimpin Kristiani yang berkualitas dan berkenan di hadapan Tuhan.

“Akhirnya sebanyak 72 calon Krisma menjawab, “bersedia menjadi Pemimpin di masa sekarang dan akan datang. Siap menjadi Pemimpin Kristiani dengan sejumlah kriteria,” kenang Pembina Krisma.

Ajakan menjadi pemimpin Kristiani perlu mendapat perhatian dari Gereja dan Orang tua serta para Pendidik di sekolah-sekolah.

Para Pembina Krisma telah menyiapkan 72 Krismawan menjadi pemimpin Kristiani yang berkualitas dan berkenan di hadapan Tuhan membutuhkan kepedulian orangtua dan guru. Karena para calon Krisma ingin menjadi Pemimpin Kristiani yang berpola kepada hidup dan kepemimpinan Yesus Kristus. Karena Yesus Kristus telah menunjukkan kepemimpinan sejati-Nya bahkan taat kepada Bapa-Nya di Surga sampai wafat dan bangkit dengan mulia.

Kini Gereja terus mempersiapkan orang Katolik (Sekami, Rekat, OMK) menjadi seorang pemimpin bukan hanya untuk kalangan Gereja saja tetapi untuk bangsa dan Negara. Maka selama pembinaan mereka dibekali dengan beberapa pilar kepemimpinan Kristiani, diantaranya

Menjadi Garam (Matius 5:13).

Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan seorang pemimpin adalah kemampuannya dalam mempengaruhi orang lain. Demikian juga, bagi seorang calon Krisma. Untuk menjadi seorang pemimpin, hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana dia dapat memberikan pengaruh positif terhadap lingkungannya.

Menjadi Terang (Matius 5:14-16)

Selain mengajar calon Krismawan-Krismawati untuk menjadi garam, Pembina juga mendorong mereka untuk menjadi terang bagi dunia. Hal ini diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan yang memancarkan cahaya kemuliaan Kristus, yaitu perbuatan yang dipandang baik di mata Tuhan dan manusia.

Maka ketika mereka menjadi pemimpin, dapat menunjukkan kebenaran melalui perbuatannya kepada orang yang masih belum mengenal kebenaran itu sekaligus menuntun orang-orang itu kepada kebenaran dan kemuliaan Allah. (Laurent R)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini