Kantor Kementerian Agama Kabupaten Raja Ampat Apresiasi Bimas Katolik Bina Keluarga

109

RAJA AMPAT, Monitorpapua.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Raja Ampat, memberikan mandat dan apresiasi kepada  Bimas Katolik Kabupaten Raja Ampat untuk melaksanakan tugas pembinaan keluarga Katolik, mengusung tema “Hakikat Perkawinan Katolik di Tengah Tantangan Modernisasi”.

Kegiatan diselenggarakan Bimas Katolik Kabupaten Raja Ampat, dihadiri 20 pasang keluarga suami-istri (pasutri) sebagai peserta, Selasa 4 Juli 2024.

Kegiatan dilaksanakan sehari, dibuka resmi Kasubag Tata Usaha, Alexander Setitit, S.S., didampingi seluruh Pejabat Eselon IV.

Sambutan Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Raja Ampat melalui Kasubag TU, Alexander Setitit mengingatkan pentingnya kegiatan pembinaan ini bagi keluarga Katolik.

“Keluarga adalah sel gereja dan sel masyarakat. Gereja dan masyarakat akan menjadi baik bila keluarga baik,” kata Kasubag TU.

Lebih lanjut Kepala Kantor Kemenag Raja Ampat, melalui Kasubag mengapresiasi, sekaligus mendukung penuh program pembinaan ini.

“Bimas Katolik menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengimplementasikan program pembinaan keluarga,”ucapnya.
Pemateri tunggal kegiatan pembinaan ini, Pastor Yohanes Dionisius Bosco Galus, SVD, sehari-hari disapa Pastor Deny. Dimoderatori Penyelenggara Bimas Katolik, Samuel Helyanan, S. Fils.
Pastor Deny menegaskan kembali hakekat perkawinan Katolik adalah monogami dan tak terceraikan.

“Perkawinan adalah sakramen. Karena itu, keluarga menjadi tanda nyata kehadiran dan cinta Tuhan di tengah dunia. Suami dan istri harus tetap memandang pasangannya sebagai anugerah terindah Tuhan dalam hidupnya,” tegas Pastor Deny.

Perubahan dan perkembangan zaman tidak harus menggeser posisi pasangan. Pastor menegaskan kembali tentang tujuan perkawinan katolik, untuk kebahagiaan suami-istri dan pelanjut keturunan.

“Secara pastoral, pasangan suami-istri harus menjadi garam dan terang di tengah keluarga sendiri, maupun di tengah masyarakat,” kata Pastor Deny.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa dan berkat bagi setiap pasangan suami-istri yang hadir. “Menjadi 100% Katolik dan menjadi 100% Indonesia”, ujar Moderator Samuel Helyanan, S.Fils., mengakhiri pembinaan Keluarga Katolik. (Rinto, Laurent)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini