SORONG, Monitorpapua.com – Prodiakon Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Sorong telah melakukan Pelayanan pastoral terhadap orang sakit berupa doa, mengantar Komuni untuk orang sakit dan lanjut usia. Semua pelayanan gereja yang membantu orang sakit mewujudkan dan mengungkapkan iman. untuk pemenuhan kebutuhan religius hanyalah pelayananan pastoral, sejauh tidak hanya merupakan management krisis semata-mata melainkan pengungkapan iman.
Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Sorong memilik 10 orang Prodiakon yang telah mendapat berkat dan perutusan dari Mgr. Hilarion Datus Lega, Uskup Keuskupan Manokwari Sorong agar bisa membantu Pastor Paroki melayani umat di wilayah Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Sorong. Ada pelayanan membagi komuni kudus pada perayaan misa di Gereja, menghantar komuni terhadap orang sakit, lanjut usia, atau jompo. Memimpin doa untuk orang meninggal dan penguburan orang meninggal.
Salah satu bentuk pelayanan yang telah dilaksanakan Prodiakon adalah memberikan Pelayanan bagi para Lansia dan Orang sakit yang rindu menyambut Tuhan dalam rupa Hosti Kudus (Sakramen Ekaristi/Komuni Kudus)
Laurentius Reresi salah satu petugas Gereja sebagai Prodiakon dari 10 Prodiakon mendapat tugas Gereja untuk melayani Komuni bagi orang Sakit dan para Lansia baik di Rumah Sakit maupun di rumah-rumah umat Katolik Paroki Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Sorong, Keuskupan Manokwari Sorong.
Pelayanan dilakukan di empat tempat berbeda yakni Lingkungan Santa Faustina, Rumah Sakit Sele Be Solu, Lingkungan Santo Stefanus dan Lingkungan Santo Paulus Rasul.
Mengenakan pakaian khusus gereja, Prodiakon Laurentius Reresi memimpin Doa untuk orang Sakit kemudian memberikan pelayanan Hosti Kudus kepada yang sakit dan lanjut usia. Sebelum memberikan Pelayanan Komuni Orang sakit, Prodiakon Laurentius Reresi membuka dengan Ibadah, Pemeriksaan Batin dan Doa-doa yang mendukung proses kerendahan hati menyambut Tuhan dalam rupa Hosti Kudus. Dari rumah ke rumah, selalu diawali dengan proses doa untuk mereka yang sakit dan lanjut usia. “Betapa gembiranya hati mereka yang merindukan dan menyambut komuni kudus,” ucap Laurentius Reresi usai melayani komuni kudus dan berbincan-bincang dengan mereka.
Hari ini, pada Hari Raya Minggu Palm, Pelayanan Komuni orang Sakit dilayani Paulinus Bille dan Yohanes Borlak untuk 11 orang sakit dan lanjut usia.
“Ini tentunya merupakan kerinduan umat yang sakit untuk menyambut tubuh dan darah Kristus. Tentunya juga tergantung dari kesiapan umat itu sendiri. Kalau umat yang sakit itu merasa tidak siap menerima Komuni, yah tidak apa-apa. Mungkin di waktu lain akan lebih siap menerima Komuni,” terang Prodiakon (Laurent R)











