Sorong Terkenal Kota Minyak, Kota Sampah dan Kota Banjir

0
1188
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Kota Sorong adalah sebuah kota di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Kota ini dikenal dengan sebutan Kota Minyak. Batapa tidak Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM) mulai melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di Sorong Tanah Papua sejak tahun 1935.

Sorong adalah kota terbesar di Provinsi Papua Barat serta kota terbesar kedua di Papua Indonesia, setelah Kota Jayapura di Provinsi Papua.

Kota Sorong yang berada di Kepala Burung sangatlah strategis karena merupakan pintu keluar masuk dan transit ke Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.

Kota Sorong juga merupakan kota industri, perdagangan dan jasa, karena Kota Sorong dikelilingi oleh kabupaten lain yang mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri untuk berinvestasi. Maka Sorong terkenal dengan Kota Minyak.

Polda Papua Barat bersama rakyat dan pemerhati sampah serta Pemerintah Kota Sorong telah menggelar bersih-bersih pantai dan laut sepanjang jalan utama Kota Sorong dalam aksi gerakan Indonesia bersih di hari peduli sampah nasional 2019.

Banjir di Kawasan ruas Jalan Jupiter Km. 10 Kota Sorong

Bahkan ribuan pemerhati sampah baik Pegawai Negeri, Pegawai Swasta dan anak-anak-anak sekolah serta mahasiswa telah mengadakan aksi memungut sampah plastik di dasar laut sepanjang pantai lido, Kota Sorong. Aksi bersih-bersih sampah plastik ini merupakan bagian dari gerakan Indonesia bersih di hari peduli sampah nasional 2019.

Sampah juga menumpuk di pasar dan tempat pemukiman penduduk seantero Kota Sorong. Banyak lokasi sampah ditutup warga karena tak layak menimbun sampah di depan rumah warga. Akibatnya, selokan dan kali jadi sasaran sampah.

Anggota Polair Polda Papua Barat telah menyelam dan memungut sampah di dasar laut sepanjang pesisir Pantai Lido. Kegiatan ini tentu bermaksud memberitahukan kepada rakyat Sorog bahwa sampah merusak ekosistem laut dan sangat berbahaya maka buanglah sampah pada tempatnya. Apalagi Sorong masuk dalam kategori kota sedang terkotor di Indonesia, menurut penilaian Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sekarang, rakyat kota Sorong dilanda banjir. Rakyat mengeluh rumah-rumah mereka terendam banjir, tumpukan sampah menyumbat selokan akibat hujan deras selama dua jam, air meluap dan banjir melanda beberapa tempat seperti ruas jalan dan rumah di Kampung Bugis, samping Supermarket Yupiter, Km 8 Rawah Indah. Banjir setinggi 50 centimeter hingga 1 meter membuat sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mogok harus didorong warga.

Pantauan Media ini, beberapa lokasi, tampak banjir menutupi bahu jalan dan melanda rumah warga sehingga menghambat aktivitas warga.

Hujan melanda Kota Sorong, selama dua jam saja, kota Sorong sudah dilanda banjir. Sampah menghambat arus air, celetuk Yonatan, warga Sorong yang rumahnya dilanda banjir.

Sejumlah warga yang ditemui media mengatakan, banjir sering terjadi saat hujan, saluran air yang tersumbat. Data yang dihimpun ada banyak tumpukan sampah, tanah cucian pasir menutup selokan, kesadaran masyarakat berkurang membuang sampah sembarangan tempat.

Kami minta Walikota Kota Sorong lebih memperlebar dan memperdalam sungai yang ada serta mengeruk timbunan tanah pasir, terang Amirula.

“Harapan kami saluran air jangan asal bangun, jangan seperti saluran air saat ini, besar di Hulu tapi menyempit di Hilir, itu yang membuat banyak banjir” Kata Amirula.

Wartawan yang berkeliling, Senin siang hari tepat pukul 12.46 Wit. melaporkan ruas jalan wilayah kilomter 10, simpang 4 jupiter sampai sekarang air belum surut, masih ketinggian 40 sampai 50 cm dan banyak pengguna jalan roda dua dan empat sempat mogok. Air masih mengenangi jalan raya kilo 10 jupiter dan tidak ada resapan air.

Aktivitas warga macet total. Setidaknya Pemkot harus bertindak dan wakil rakyat yang masih duduk di DPRD harus berbicara tegas mengatasi banjir di kota sorong jangan tutup mata harus ada perubahan di kota sorong yang kita cintai ini. Proyek gorong-gorong di jalan Jupiter berjalan dan digali terus tapi tidak ada hasilya hanya menghabiskan anggaran saja, ujar kelompok Mahasiswa pencinta alam. Benarkah Sorong dijuluki kota Minyak, Kota Sampah dan Kota Banjir?. (RED-MP/T.Girsang/Ren/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.