27.5 C
Sorong
Beranda Papua Barat Daya Tingkat Resiko Tinggi Bahaya Banjir Kota Sorong Berada di 4 Distrik

Tingkat Resiko Tinggi Bahaya Banjir Kota Sorong Berada di 4 Distrik

184
Tingkat Resiko Tinggi Bahaya Banjir Kota Sorong Berada di 4 Distrik
Tingkat Resiko Tinggi Bahaya Banjir Kota Sorong Berada di 4 Distrik
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Papua Barat Daya. Monitorpapua.com .- PAGI INI TAMPAK CERAH, namun semalam hujan turun deras membasahi kota Sorong dan sekitarnya membuat masyarakat kota Sorong tidak bisa tidur nyenyak, sebagian penduduk telah mengungsi. Pagi itu, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat berjejel memadati jalan utama Basuki Rahmat km 9 sampai Km 12 Kota Sorong Papua Barat Daya karena luapan air kali tumpah ruah sepanjang jalan Basuki Rahmat Km 9 Kota Sorong membuat para pengendara tidak bisa melewati jalur tersebut. Anak-anak sekolah pun harus berhenti menunggu hingga air surut, namun mereka wajib menunggu berjam-jam. Sesekali anak sekolah melihat jam tangan, karena waktu terus berputar menandakan pintu sekolah pasti sudah tutup. Tak menyangka seluruh bahu jalan dipadati kendaraan, tidak ada seorangpun yang bisa bersuara, hanya menunggu giliran melintasi jalur macet total, Selasa Agustus 2025.

Sejumlah pedagang mengalami kesedihan karena tidak bisa melintasi jalur tersebut Roda perekonomian lumpuh total. Warga pun tak bisa melakukan aktivitas karena ratusan rumah dilanda banjir. Akses jalan utama menuju kota dan perkantoran serta sekolah-sekolah macet  total karena dilanda banjir. Entah siapa yang salah di Kota Sorong Papua Barat Daya ini. Sejumlah warga harus mengungsi ke rumah tetangga terdekat karena arus air banjir masuk ke dalam rumah mereka memporak-porandakan seisi rumah. Hingga berita ini dipublikasikan belum ada korban jiwa.

Sejumlah warga kota Sorong yang ditemui media, menuturkan setiap waktu kota Sorong dilanda banjir, namun tak ada solusi dari pemerintah daerah bersama rakyat. Bila dianalisis baik, ternyata bencana banjir di Kota Sorong Papua Barat Daya merupakan langganan luapan banjir dari aliran sungai Malanu menuju sejumlah kali. Beberapa faktor penyebab, diantaranya curah hujan yang cukup tinggi, kepadatan penduduk di perumahan-perumahan, peningkatan jumlah pemukiman namun berkurangnya sistem drainase, tersumbatnya aliran air, penumpukkan sampah di sejumlah titik aliran air, meningkatnya subsidence tanah, menurunnya area genangan, penutupan area aliran air karena penambang pasir galian golongan C membersihkan pasir di area tersebut.

Sejumlah pedagang mengalami kesedihan karena tidak bisa melintasi jalur tersebut Roda perekonomian lumpuh total
Sejumlah pedagang mengalami kesedihan karena tidak bisa melintasi jalur tersebut Roda perekonomian lumpuh total

Solusinya, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong segera menetapkan langkah-langkah mitigasi atau upaya mengurangi resiko dan dampak buruk yang disebabkan oleh bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat perbuatan manusia. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi kehidupan dan mengurangi kerugian ekonomi, meningkatkan ketangguhan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Mitigasi bencana mencakup berbagai tindakan termasuk pencegahan yakni mengidentifikasi dan mengelola resiko bencara sebelum terjadi. Kesiapsiagaan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespon bencana. Perlindungan untuk melindungi asset penting dan infrastruktur serta Pemulihan untuk membantu masyarakat pulih setelah bencana.

Analisis Data peneliti, ada sejumlah distrik yang mengalami resiko banjir di antaranya Distrik Sorong Timur, Sorong Barat, Sorong Manoi, dan Sorong Utara, semua berada di tingkat resiko tinggi bahaya banjir. Hasil pemodelan spasial menunjukkan Kota Sorong bagian barat rentan terhadap banjir, terutama disebabkan bentuk lahan dengan skor tertinggi dari hasil Analytical Hierarchy Process (AHP).

Rakyat kota Sorong berharap, pemerintah daerah perlu memperhatikan penyusunan rencana tataruang kota yang mempertimbangkan resiko bencana alam sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mengatasi banjir. Juga penerapan Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat penting dalam pemetaan bencana banjir karena berfungsi sebagai penilaian risiko dan sebagai data dasar dalam pengurangan risiko sebelum bencana.

“Banjir lagi, banjir lagi,” teriak sejumlah anak sekolah yang tak bisa melewati jalur utama menuju sekolah mereka masing-masing (Laurent Reresi)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini