
Wakil Uskup Keuskupan Manokwari Sorong Menyatakan Tujuh Pendapat Atas Peristiwa di Seminari Menengah Petrus Van Diepen (Surat Terbuka)
SORONG-PBD, Monitorpapua.com.- Wakil Uskup Keuskupan Manokwari Sorong, RD. Izaak Bame menyampaikan beberapa hal penting sekaligus permohonan maaf, terkait peristiwa tak terpuji terhadap peristiwa yang terjadi di Seminari Menengah Petrus Van Diepen Aimas Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Pastor Bame Izaak mengatakan setelah membaca berapa media lokal di Sorong Papua Barat Daya terkait pemukulan seorang Frater atas nama Gabriel Weripang calon petugas Gereja Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong terhadap seorang penghuni Asrama Seminari Petrus Van Diepen Kabupaten Sorong pada Minggu, 26 April 2026 di Asrama Putra atas nama: Asmeraldo Junior Nso kelas 9.A. Dan pemukulan terhadap siswa tersebut telah menjadi konsumsi media selama berapa hari ini setelah diketahui oleh pihak orang tua dari si siswa tersebut.
Untuk menyikapi peristiwa ini saya (RD. Izaak Bame) selaku Wakil Uskup mewakili Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong menyampaikan pendapat sebagai berikut:
Pertama: Mewakili Pimpinan Keuskupan Manokwari-Sorong, saya menyampaikan permintaan maaf kepada Anak terkasih yang menjadi korban pemukulan dari seorang Frater selaku Pembina.
“Sebagai pimpinan tidak mengharapkan peristiwa ini terjadi namun kenyatannya hal ini terjadi maka sekali lagi atas nama pimpinan Keuskupan dan Seminari Petrus Van Diepen, saya menyampaikan permintan maaf yang tak terhingga kepada si anak dan kedua orang tua serta keluarga besar Nso –Kinho,” ucap Wakil Uskup .
Kedua: Karena Persoalan ini sudah ada di meja pihak berwajib maka atas nama pimpinan Keuskupan memohon dengan rendah hati kepada kedua orang tua dan keluarga besar Nso dan Kinho boleh kah masalah ini bisa dikembalikan atau dibawa kembali untuk selesaikan di tingkat Keuskupan Manokwari Sorong, dalam hal ini dengan Seminari Petrus Van Diepen yang menjadi tempat kejadian.
Ketiga: Persoalan keberadan Frater Gabriel dalam perjalanannya meniti cita-cita dan panggilannya sangat diharapkan keluarga mempercayakan sepenuhmya kepada pimpinan Keuskupan yang mengaturnya. Artinya soal panggilan hidup dari Frater Gabriel itu bukan urusan keluarga tapi keluarga menyerahkan seluruh tanggung jawab itu kepada pimpinan Keuskupan untuk memutuskannya berdasarkan penilaian dari pihak pimpinan Keuskupan.
Keempat: Mewakili pimpinan Keuskupan sangat mengharapkan bahwa dengan peristiwa ini tidak bisa dihubung-hubungkan dengan peristiwa lain yang tidak ada hubungan dengan peristiwa yang terjadi pada tanggal 26 April 2026.
Kelima: Kepada seluruh Pastor Paroki dan Umat Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong, mari jadikan kejadian ini sebagai pembelajaran bersama tidak membuat tafsiran sendiri, apa lagi menghasut umat-orang untuk tidak mempercayai mereka untuk menyekolahkan putra-putri mereka di Seminari Petrus Van Diepen yang telah kita cintai persàma.
“Mari, kita bersama yakin bahwa dengan peristiwa ini pasti pimpinan Keuskupan dan Seminari akan melakukan evaluasi bersama sebagai sebuah bentuk perbaikan situasi yang ada sat ini menuju hari esok yang baik,”harap Vikjen KMS.
Keenam: Kepada Rektor, Staf Pembina, Kepala Sekolah-Staf guru di Asrama dan Sekolah SMP-SMA supaya mengambil manfaat dari kejadian untuk perjalanan bersama di Seminari tercinta kita. Jalankan tugas sebagaimana yang dipercayakan diatas pundak kalian.
“Selama siswa ada di Sekolah -Asrama, Rektor-Pembina-Guru-guru kalian adalah orang tua bagi anak-anak yang berada di Sekolah maupun Asrama,”ujar RD.Izaak Bame.
Ketujuh: Mari, kita bersama mengambil bagian positip dalam pendampingan dan bimbingan bagi generasi Bangsa dan Gereja sedang dipersiapkan di Sekolah dan Asrama Petrus Van Diepen selain anak bapa ibu yang ada di Sekolah non Seminari.
“Sekali lagi atas nama pimpinan Keuskupan dan Seminari minta maaf yang sedalam-dalamnya kapada anak yang jadi korban pemukulan bersama Bapa-Mama dan keluarga dan bagi keluarga besar Seminari perlu jadikan kejadian sebagai pelajaran berharga untuk perjalanan Seminari ke depannya. Atas perhatian kita bersama disampaikan terima kasih,” ucap Wakil Uskup.
Mengetahui
Pastor Izaak Bame, Pr,
Wakil Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong










