Dunia Wisata “The Blue Wonder And The Green Wonder” Hanya Ada di Tambrauw

0
117
- Iklan Berita 1 -

TAMBRAUW, Monitorpapua.com –  Wisatawan Mancanegara dan Domestik mulai masuki wilayah yang memiliki daya tarik dunia wisata “The Blue Wonder and The Green Wonder”, Itu hanya ada di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Betapa tidak, Tambrauw memiliki potensi wisata alam di darat, laut, pantai, hutan dan banyak peninggalan sejarah Perang Dunia II. Namun tetap alami dengan The Blue Wonder and The Green Wonder, hanya ada di Kabupaten Tambrauw.

Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw telah menetahkan wilayah wisata The Blue Wonder yang merupakan potensi pariwisata yang berada di sekitar pesisir pantai meliputi peninggalan tank perang dunia ke II, habitat burung cendrawasih, pulau dua serta pantai Jeen Womom yang menjadi habitat terbesar penyu belimbing.

Sedangkan untuk The Green Wonder, menurut data Dinas Pariwisata adalah potensi pariwisata di sekitar pegunungan meliputi Bukit Sontiri dengan fenomena ribuan jaring laba-laba di pagi hari, mata air panas War Aremi, pemandangan matahari terbit di distrik Miyah, panorama air terjun Anenderat, serta pengamatan Cendrawasih dan aneka satwa lainnya.

Pemda Tambrauw melalui Dinas Pekerjaan Umum terus berjuang membuka dan membangun jalan sepanjang 680 kilometer dengan dana APBD. Betapa tidak, adanya pembangunan jalan membuat akses wisatawan jadi lebih mudah menuju tempat wisata yang sangat menarik di Wilayah Konservasi Kabupaten Tambrauw.

Bupati Gabriel Asem, SE.MSi pemimpin yang berkarisma telah mengubah kampung menjadi kota berkomitmen membangun Tambrauw sebagai tujuan wisata unggulan di Indonesia bahkan dunia International.

Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, mengatakan demi mempercepat pertumbuhan pariwisata Tambrauw, infrastruktur telah menjadi prioritas pembangunan saat ini.
Jalan, jembatan, air bersih, listrik menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur dasar.

Bupati Gabriel Asem dalam setiap pertemuan Nasional dan International selalu memperkenalkan pariwisata Tambrauw yang memiliki “The Blue Wonder and The Green Wonder”, Itu hanya ada di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Tentang aksesibilitas memasuki Tambrauw, kata Bupati saat pencanangan Tambrauw sebagai destinasi wisata mengingatkan jalur menuju Tambrauw dapat melalui dua titik, Manokwari dan Sorong. Wisatawan bisa masuk melalui Manokwari atau Sorong menggunakan direct flight dari Jakarta atau Makassar, kemudian dilanjutkan menggunakan transportasi darat, laut, atau udara menuju Tambrauw.

Selama dua periode kepemimpinannya, Bupati Gabriel Asem mengaku telah menghabiskan dana miliaran rupiah untuk membangun Tambrauw yang sangat luas dan menjadikan Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi serta mendukung promosi Tambrauw sebagai Destinasi Wisata dunia dengan membangun infrastruktur jalan, jembatan, listrik, telekomunikasi, air bersih, hingga pembangunan cottage.

Bupati mengajak wisatawan domestik dan mancanegara untuk menikmati “The Blue Wonder and The Green Wonder” karena hanya ada di Kabupaten Tambrauw.

Jadi, setiap wisatawan yang ingin mengunjungi Tambrauw harus membeli Pin dan dikenakan biaya tarif masuk. Bagi wisatawan domestik dikenakan tarif sebesar Rp 200 ribu per orang. Sementara wisatawan asing membayar tarif sebesar Rp 400 ribu. Pin tersebut dapat dibeli di Bandara Domine Eduard Osok di Kota Sorong Papua Barat.

Bupati menyatakan hingga kini Tambrauw sudah menjadi pilihan destinasi wisata bagi para wisatawan mancanegara asal Perancis dan Belanda juga Australua. Terutama, bagi mereka yang menjadi pecinta burung cendrawasih. Tambrauw telah siap menerima wisatawan domestiik dan mancanegara. Bupati menargetkan pariwisatanya siap untuk dipromosikan pada 2019 ini agar dapat mendatangkan 5000 wisatawan tahun ini dan tahun berikutnya. (Ren/Gerry/Soter/Purba/ IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.