25 C
Sorong
Beranda Papua Gotong Royong di Waryesi, KNMP Papua Dorong Kawasan Nelayan Terintegrasi

Gotong Royong di Waryesi, KNMP Papua Dorong Kawasan Nelayan Terintegrasi

18
Gotong Royong di Waryesi, KNMP Papua Dorong Kawasan Nelayan Terintegrasi
Gotong Royong di Waryesi, KNMP Papua Dorong Kawasan Nelayan Terintegrasi
- Iklan Berita 1 -

SUPIORI-PAPUA, Monitorpapua.com.- – Gotong Royong di Waryesi, KNMP Papua dorong Kawasan Nelayan Terintegrasi. Betapa tidak, Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, tengah dipersiapkan menjadi bagian dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kawasan pesisir melalui pembangunan sarana pendukung perikanan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal.

Kehadiran program KNMP di Waryesi mendapat dukungan dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat. Dukungan tersebut terlihat ketika masyarakat menyambut kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Supiori bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Satgas, serta Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan KNMP pada Juni 2026.

Bagi masyarakat Waryesi, pembangunan kawasan nelayan tidak sekadar berkaitan dengan pembangunan fisik. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas nelayan sekaligus membuka akses terhadap berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan perikanan dari produksi hingga pemasaran.

Waryesi Disiapkan Menjadi Kawasan Nelayan Produktif

Konsep KNMP yang dikembangkan pemerintah mencakup lebih dari sekadar pembangunan permukiman atau fasilitas dasar. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut pembangunan KNMP mempertimbangkan kesiapan lahan, kondisi sosial ekonomi, keberadaan nelayan aktif, aktivitas perikanan, hingga komitmen pemerintah daerah.

survei pembangunan KNMP di wilayah Indonesia Timur, KKP menerjunkan 87 surveyor
survei pembangunan KNMP di wilayah Indonesia Timur, KKP menerjunkan 87 surveyor

Dalam survei pembangunan KNMP di wilayah Indonesia Timur, KKP menerjunkan 87 surveyor untuk menilai calon lokasi di lima provinsi di Pulau Papua. Asesmen tersebut mencakup kondisi sosial ekonomi masyarakat, kelembagaan, partisipasi warga, usaha perikanan, infrastruktur pendukung, utilitas, hingga potensi risiko bencana.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menegaskan pembangunan KNMP harus memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.

“Setiap usulan tetap diseleksi secara menyeluruh mulai dari kesiapan lahan, keberadaan nelayan aktif, aktivitas perikanan tangkapnya benar-benar berjalan, sampai komitmen pemerintah daerahnya,” kata Lotharia, seperti dikutip dari laman Ditjen Perikanan Tangkap KKP. Pendekatan tersebut membuat keterlibatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting. Sebab, keberadaan fasilitas baru akan membutuhkan pengelolaan dan pemanfaatan oleh masyarakat setelah pembangunan selesai.

Gotong Royong Warga dan Unsur Pendukung

Semangat gotong royong juga terlihat dalam proses pembangunan fasilitas KNMP di Waryesi. Pada pertengahan September 2026, prajurit Yonif TP 859/RBK dilaporkan ikut bergabung dengan masyarakat dalam pembangunan fasilitas di kawasan tersebut.

Laporan Sinergi Bangsa menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program BERSEMI yang berfokus pada kebersihan dan kesehatan lingkungan. Selain membantu pekerjaan fisik, personel yang terlibat juga memberikan edukasi pentingnya menjaga fasilitas publik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Kehadiran program KNMP di Waryesi mendapat dukungan dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat.
Kehadiran program KNMP di Waryesi mendapat dukungan dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat.

Keterlibatan warga menjadi bagian penting karena masyarakat setempat merupakan pihak yang nantinya akan beraktivitas dan memanfaatkan fasilitas kawasan nelayan tersebut. Sebelumnya, Pemerintah Kampung Waryesi bersama masyarakat juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan KNMP.

Dalam laporan Suara Negeri News, masyarakat berharap program tersebut dapat memperluas peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pelayanan dan aktivitas ekonomi warga.

Bukan Hanya Menangkap Ikan

Salah satu tantangan masyarakat nelayan adalah bagaimana hasil tangkapan dapat memiliki nilai tambah setelah ikan didaratkan. Karena itu, konsep KNMP dikembangkan dengan pendekatan yang menghubungkan aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir. KKP menjelaskan model KNMP 2026 dikembangkan dalam bentuk kluster yang saling terhubung secara ekonomi.

KNMP hub dirancang sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan dengan fasilitas seperti cold storage, sedangkan KNMP penyangga menjadi lokasi pengumpulan hasil tangkapan dengan fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.

Hasil perikanan selanjutnya diarahkan terhubung dengan sentra logistik, termasuk pelabuhan perikanan maupun pelabuhan umum. Dari titik tersebut, hasil tangkapan dapat didistribusikan ke pasar regional, nasional hingga pasar ekspor.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menjelaskan model tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

Dengan konsep tersebut, aktivitas ekonomi nelayan tidak berhenti pada proses melaut dan menjual hasil tangkapan. Fasilitas penyimpanan, pengolahan, logistik, hingga pemasaran menjadi bagian yang dapat memperkuat ekosistem ekonomi pesisir.

Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Waryesi

Pembangunan KNMP di Waryesi juga membuka peluang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi pendukung. Ketika fasilitas perikanan tersedia dan dikelola dengan baik, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih dekat terhadap sarana produksi, penyimpanan, pengolahan, maupun kegiatan perdagangan hasil perikanan.

Semangat gotong royong membangun negeri KNMP
Keberlanjutan pembangunan KNMP

Namun, manfaat tersebut tetap membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan. Pembangunan fasilitas fisik tidak dengan sendirinya menjamin peningkatan ekonomi apabila tidak diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia, kelembagaan, tata kelola, serta pemanfaatan fasilitas secara optimal.

Karena itu, keterlibatan masyarakat sejak proses pembangunan menjadi modal sosial penting. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran dalam memastikan fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pengawasan Jadi Bagian Penting

Keberlanjutan pembangunan KNMP juga berkaitan dengan pengawasan. Inspektorat Jenderal KKP menyebut pengawasan pembangunan KNMP dilakukan untuk menilai capaian fisik, kesesuaian kondisi lapangan dengan laporan, serta mendeteksi potensi persoalan seperti keterlambatan atau ketidaksesuaian teknis. Dalam penjelasannya, Itjen KKP menyatakan pengawasan lapangan juga berfungsi menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan dana serta sumber daya pembangunan.

Secara nasional, KKP menyebut sejumlah fasilitas KNMP antara lain pabrik es, gudang beku, sentra kuliner, bengkel kapal, dan kios perbekalan nelayan. Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas masyarakat nelayan. Bagi Waryesi, kesinambungan antara pembangunan fisik, kesiapan masyarakat, dan pengelolaan kawasan akan menjadi bagian penting dari perjalanan KNMP ke depan.

Membangun Bersama Warga

Dukungan masyarakat Waryesi terhadap pembangunan KNMP menjadi salah satu modal penting dalam proses tersebut. Pemerintah kampung dan warga telah menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan kawasan pesisir yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam proses pembangunan juga menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas KNMP nantinya tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai pengguna sekaligus bagian dari pengelolaan kawasan.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam proses pembangunan
Semangat gotong royong yang terlihat dalam proses pembangunan

Pada akhirnya, keberhasilan KNMP Waryesi tidak hanya ditentukan oleh berdirinya fasilitas fisik. Keberlanjutan program juga akan berkaitan dengan bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan, dirawat, dikelola, dan dikembangkan bersama masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi pesisir.

Dengan potensi perikanan yang dimiliki Supiori, pembangunan kawasan nelayan di Waryesi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir. Namun, manfaat tersebut akan membutuhkan kesinambungan antara pembangunan, pemberdayaan warga, penguatan kelembagaan, serta tata kelola yang berjalan dalam jangka panjang. (*/Red)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini