Kabag Humas dan Kominfo Morotai Didesak Mengundurkan Diri

0
62
- Iklan Berita 1 -

MOROTAI, Monitorpapua.com – Surat himbauan Kepala Bagian Humas dan Kominfo, Sekertariat Daerah (Setda) Pulau Morotai, Arafik M. Rahman, lebih populis di panggil Opikh, mengundang banyak kontroversi karena disinyalir mencederai netizen facebook maka didesak dirinya segera mengundurkan diri dari jabatannya Kabag Humas Morotai.

Pasalnya, oknum Kabag Humas dianggap tak paham administrasi  saat membuat surat lewat Sosial Media facebook pribadinya  tanpa ada kop surat, cap basah dan tandatangan, sehingga dianggap menyalahi aturan

Permenpan Dan Reformasi Birokrasi Nomor 80 Tahun 2012 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Pemerintah, Minggu 30 Juni 2019.

Berikut isi surat himbauan Kabag Humas dalam akun Face Book pribadinya

No : 212/Humas-Setda/  PM/2019

Lampiran: –

Perihal   : Himbauan

Dengan hormat,

Perlu kami sampaikan, bahwa Pemda pulau Morotai menerima kritikan yang solutif, bukan hoax atau kolusi. Silahkan saja anda bicara sana sini, di medsos, di TV, di media cetak/elektronik, di jalan, di kebun, di puncak nakamura atau dimna saja.

Sebagai corong pemerintah, saya perlu sampaikan secara tegas “hati-hati jangan sampai melanggar etika, melanggar UU ITE pasal 27-29 thn 2008”.

Misalnya menyebut nama dalam frasa negatif/penghinaan, dan atau menyebutkan Bupati Morotai dalam clausa yang negatif.

Demikian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

TTD,

Humas & Kominfo

Kabag Humas Morotai yang diminta mengundurkan diri

Surat edaran yang ditulis Arafik di dinding facebook pribadinya itu memantik ratusan komentar miring Dari netizen. Diantaranya tanggapan keras datang dari Wakil Rektor III Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Irfan Hi. Abdurahman.

Wakil Rektor III  menegaskan himbauan tersebut sangat menjatuhkan wibawa Pemerintah jika model beradminstrasi Humas seperti itu.

“Kabag humas kasih keluar himbauan model bukan organisasi pemerintah,  pake surat resmi dong ada cap,  tanda tangan basa,  foto baru kasih nae di medsos. Jangan beginilah Bung Opickh ente bikin wibawa pemerintahan jadi jatuh kalau cara beradministrasi humas model ni,” tegas Irfan

Irfan, meminta kabag humas agar segera mengundurkan diri dari jabatannya karena dianggap tidak paham dalam membuat surat himbauan atas nama Pemkab Pulau Morotai, “Kita manyasal tu ada kabag humas model ni. Ose mundur sudah. Ose pe tugas itu menyampaikan informasi ke masyarakat bukan kasih polisi orang. Tra mangarti,” katanya dengan dialek Morotai

Senada dengan Irfan, Ketua DPC Lembaga Investigasi Negara (LIN) Kabupaten Pulau Morotai, Sarman Sibua,  juga mengomentari postingan surat himbauan Kabag Humas tersebut. Tulis Sarman,  Kritik secara personal maupun secara kelembagaan organisasi, itu merupakan langkah baik untuk mengontrol pemerintahan.

“Kabag humas jangan terlalu ceroboh mengambil sikap di medsos, ” kata Sarman.

Menurut Sarman dalam lanjutan komentarnya,  menganggap surat tersebut tidak sesuai prosedur, “Opickh himbauan ini dil uar prosedur, saya paham pernyataan di atas, surat/himbauan harus memiliki legalitas to, harus ada cap, jika di luar itu kabag humas lalai, dan tak dapat di benarkan himbauan tersebut,” celetuk Sarman.

Selain Iitu, masih banyak netizen yang menanggapi dengan pandangan dan pemahaman mereka masing masing. Salah satunya wakil ketua DPRD Morotai , Rasmin Fabanyo, pun telah ikut berkomentar miring.

‘Opickh ….kalau Beni Laos tidak melekat jabatan Bupati tra mungkin orang kritik to…tapi karena dia bupati wajar dikritik dan harus terima to. Bukan kah pemimpin itu sampah? Kata Nabi…

Klu pemimpin tdk mau di kritik dan dihujat maka undur to….” saran Rasmin dalam dialek Morotai.

Namun dalam menanggapi komentar Netizen bernama Rizal Popa, Kabag Humas Arafik M Rahman alias opikh, mengakui itu bukan surat resmi tetapi hanya himbauan biasa$ untuk mengingatkan para pengguna medsos agar hati hati sehingga tidak terjerat UU ITE. Tetapi sangat disayangkan karena dia telah mencantumkan nomor surat dan jabatannya dalam himbauan tersebut.

Monitorpapua.com mengkonfirmasi berita ini via telepon seluler dibenarkan Kabag Humas. “Selamat siang Pak Redpel Monitorpapua. Tulisan di Media Sosial itu tidak bermaksud mencederai nitizen. Itu status pribadi saya,” jelas Kabag Humas Arafik M Rahman alias Opikh. Ia mengakui itu bukan surat resmi tetapi hanya himbauan biasa agar berhati-hati menggunakan medsos.

“Rijal Popa itu status semi surat adik, bukan formal bangat begitu. Hanya sekedar baku kase ingat, ini Abang pe status akun pribadi hanya karena tupoksi makanya baku kase ingat, nanti ada juga di akun resmi info Morotai. Insyaallah besok naik lagi biar kita semua tertib berdialektika di medsos,” tangkis Kabag Humas, Arafik

Menanggapi postingan tersebut, dan komentar netizen serta kabag humas,  wartawan meminta tanggapan Ketua Forum Jurnalis Online Morotai (FJOM), Abdul Halil, minggu 30 Juni 2019 malam.  Dia sangat menyayangkan terkait dengan penerbitan naskah tersebut yang ditulis lewat dinding Facebook pribadi Arafik alias Opikh. Menurutnya sudah ada facebok resmi Pemkab Morotai untuk menyampaikan informasi yakni Info Morotai. Terkait surat Pemkab atau Humas seharusnya saluran itu yang dipakai menyampaikan surat himbauan itu. Kalau di akun pribadi jangan pakai embel embel kemudian menimbulkan kontrafersi karena keabsahan surat himbauanya akan dipertanyakan bahkan dapat dianggap ilegal. Selain itu katanya,  surat himbauan tersebut tidak bisa memuat nomor dan jabatannya, karena legalitas surat tersebut tidak ada, sebutlah kop surat, cap dan tanda tangan.

“isi himbauannya bagus untuk mengingatkan pengguna medsos agar hati hati sehingga tidak terjerat UU ITE. Tetapi bila sudah menggunakan nomor surat dan jabatan Kabag Humas harusnya mengacu pada Permenpan Dan Reformasi Birokrasi Nomor 80 Tahun 2012 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Pemerintah, agar tertib administrasinya dan legal suratnya.

Coba Kabag baca di Permenpan tersebut pada Bab II dan III biar paham dalam membuat Naskah,” celetuk Halil.(oje/Ren/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.