Pekan Seni Budaya di Papua Barat Daya, Dirjend Kebudayaan RI Kerjasama LSM Teras Kitorang Peduli Papua

34

SORONG, Monitorpapua.com – Dirjen Kebudayaan RI bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Teras Kitorang Peduli Papua membuka kegiatan secara resmi pentas seni budaya Papua I  Provinsi Papua Barat Daya dalam rangka meningkatkan seni budaya Papua dan melestarikan budaya Papua agar dapat menjadi sarana hiburan bagi masyarkat, sekaligus menjadi tanda dimulainya acara pentas seni dan budaya ditandai dengan pemukulan tifa “Saya atas nama Dirjend Kebudayaan Republik Indonesia mengapresiasi atas terselenggaranya acara pentas seni dan budaya ini. Terutama terimakasih kepada seluruh masyarakat Sorong raya karena telah berpartisipasi mengikuti pentas seni ini. Melalui acara ini dapat melestarikan budaya suku asli Moi yang ada di kota dan kabupaten Sorong, sehingga dapat mengajarkan kembali kepada generasi muda filosofi hidup dari seni dan budaya.

Dalam sambutannya, Dirjend Kebudayaan Republik Indonesia, Zulkarnain Lubis mengucapkan selamat sekaligus apresiasi yang setingginya kepada panitia pelaksana yang telah bekerja dengan baik penuh tanggung jawab serta kekeluargaan, sehingga acara pentas seni dan tari dilaksanakan dengan baik sesuai rencana yang telah disepekati bersama. Sesuai tema pentas seni dan budaya Papua tahun 2023. “Pendidikan seni dan budaya menjadi bagian penting dalam menumbuh kembangkan karakter dan nilai-nilai keutamaan yang baik kepada masyarakat atau peserta lomba dan tari”.

Direktur LSM Teras Kitorang Peduli Papua, Irianto Ali, M.Pd., menjelaskan kegiatan ini merupakan pekan Seni Budaya di Papua Daya bekerja sama dengan Dirjen Kebudayaan RI, sudah berlangsung dari tanggal 18-23 November 2023 bertempat di halaman LPTQ Aimas Kabupaten Sorong. Dihadiri Tim Tarian sebanyak 12 Tim Tari yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sorong.

Kegiatan ini juga dihadiri Tim Sekretariat Dirjend Kebudayaan RI, Zulkarnain Lubis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi diwakili Kabid Kebudayaan, Hasan Makasar, Tokoh ADAR Moi, Pengurus LSM Teras Kitorang Peduli Papua, 12 sanggar tari serta pengurus HMI cabang Sorong

Direktur LSM Teras Kitorang Peduli Papua, Irianto Ali mengatakan proses pemahaman pendidikan seni budaya terhadap peserta tim tari membutuhkan ketrampilan menyesuaikan karakter dan teknologi yang selalu berubah sesuai perkembangan terbaru.

Tim Tari seni dan budaya asli milik suku-suku di Papua Indonesia harus kita lestarikan agar tidak tenggelam di tengah-tengah kuatnya arus budaya asing. Apalagi arus transformasi semakin cepat, kemajuan zaman serta teknologi yang terus terbarukan membuat kita sedikit melupakan keragaman kesenian dan budaya yang kita miliki.

Maka dibutuhkan keseimbangan antara keduanya. Salah satu cara untuk mengenalkan budaya bangsa adalah dengan kegiatan pentas seni dan tari untuk menunjukkan bakat yang dimiliki suku-suku di Tanah Papua. Perangkat dari keinginan untuk mengembangkan seni dan budaya sebagai ajang pengaktualisasian diri maka LSM Teras Kitorang Peduli Papua mengadakan sebuah pertunjukkan yang berkonsep pentas seni dan budaya asli Papua bekerja sama dengan Dirjen Kebudayaan RI. (ren)

- Iklan Berita 2 -

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini