Pertanyakan Alasan Kasatker dan PPK Soal Proyek Long Segmen

0
51
- Iklan Berita 1 -

JAYAPURA, Monitorpapua.com – Proyek Perbaikan Jembatan di Provinsi Papua
dipertanyakan penduduk setempat dan pengusaha lokal. Salah satunya proyek perbaikan jembatan di Kampung Yowong dan di beberapa titik ruas jalan Kabupaten Keerom tidak disertai plang atau papan informasi proyek.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1, Jonatan saat ditemui di ruang tunggu Satker Balai Jalan Nasional bersama Kasatker, Asni kepada media ini menuturkan,

“Itu proyek long segment, papan namanya kami pancang di jalan masuk Kampung Nafri dan satunya lagi di Banda Distrik Waris di ujung wilayah kerja saya, jadi ada 2 papan informasi yang terpancang di sana. Tidak mungkin di setiap titik lokasi pekerjaan papan informasi harus kita pancang, inikan lucu, nanti waktu terbuang hanya untuk pasang papan informasi dan jelas terkesan buang-buang waktu saja,” jelas Kasatker. “Namanya juga long segment,” tambah PPK 1.1 Jonatan.

Sejumlah wartawan yang mewawancarai Kasatker dan PPK meminta keterbukaan pihak Satker dan PPK dengan merujuk pada Undang Undang (UU) Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Sungguh sangat disesalkan, padahal plang informasi atau papan nama proyek itu bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan,” keluh penduduk setempat.

Melihat hal ini salah seorang tokoh pemuda asal Kampung Yowong, Frans Beteob kepada media menanyakan, kenapa dan mengapa pekerjaan ini tidak dipancangkan papan informasi proyek secara lengkap, ini membuat dirinya dan beberapa warga dan kontraktor serta masyarakat Keerom bertanya-tanya.

”Sejak awal saya sudah bertanya-tanya kayaknya ada yang tidak beres dengan pekerjaan yang satu ini, kenapa pihak PPK dan Kontraktor tidak mendukung keterbukaan informasi publik, padahal inikan era transparansi sudah selayaknya plang proyek itu di pancang demi menghindari asumsi negatif masyarakat,”terang Frans.

Pertanyaan yang sama juga datang dari beberapa pengusaha asal Keerom yang tidak menginginkan namanya dipublikasikan, turut menyampaikan kekesalan mereka kepada Media ketika berada di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Keerom.

” Adik wartawan, tolong itu diberitakan pekerjaan jembatan dan jalan yang sementara dikerjakan pihak Balai di Tanah Hitam, PPKnya kalau tidak salah itu PPK 1.1. Kita ini jadi heran kenapa proyek tersebut tidak transparan, PPKnya kelihatan sekali tidak ambil pusing dengan pelayanan publik, sampai tidak mau memasang plang informasi proyek, padahal kegiatan atau proyek yang dananya dari anggaran negara, maka wajib menyediakan/melayani informasi terkait kegiatan/proyek itu kepada masyarakat/publik lewat berbagai sarana seperti media massa/website/papan pengumuman dan lain-lainnya dan bahasanya yang mudah dipahami. Dan ini juga diatur dalam UU Nomor 14/2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP),” jelas mereka.

Ketika disinggung masih adanya proyek yang dikerjakan tanpa plang nama proyek di Kabupaten Keerom, baik itu pekerjaan tahun ini maupun pekerjaan tahun lalu yang telah selesai, dan ketika disinggung soal 2 papan proyek yang dipancang di awal Kampung Nafri dan di Banda Distrik Waris, sesuai dengan keterangan PPK 1.1 dan Kasatker. Mereka pihak pengusaha ikut mempertanyakan alasan yang disampaikan oleh PPK 1.1 dan Kasatker. (Stefi Fun/Ren/MP)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.