LARAT-Maluku Barat Daya,Monitorpapua.com – “Panggilan adalah Rahmat dan Misi” merupakan tema Minggu Panggilan se dunia mengajak ratusan anak dan remaja Katolik dari seluruh Paroki, Kuasi Paroki, dan Stasi se-Kepulauan Tanimbar berkumpul di Paroki Santo Pius X Larat untuk merayakan Minggu Panggilan sedunia ke-62 yang digelar sejak Sabtu hingga Senin, 10–12 Mei 2025.
Koordinator Sekami Kevikepan Kepulauan Tanimbar – Maluku Barat Daya, dr. Juliana Chatarina Ratuanak membuka kegiatan ini mengatakan perayaan Minggu Panggilan merupakan bagian dari agenda besar Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Sekami). ”Kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk menanamkan semangat Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian (2D2K) kepada anak-anak sebagai pewarta Gereja masa depan,” ucapnya.
Dokter Juliana Chatarina Ratuanak lebih lanjut mengatakan Anak-anak ini diajarkan untuk mulai hidup dalam militansi iman sejak dini. “Dari mereka, kita menyiapkan Gereja yang mandiri dan bertumbuh dalam semangat 2D2K,” ujar Juliana yang diwawancarai di Pastoran Paroki Santo Pius X Larat, Minggu (11/5/2025).

Menurut dr. Juliana Chatarina Ratuanak, kegiatan ini semula dijadwalkan tahun lalu, namun tertunda karena pelaksanaan Musyawarah Pastoral (Muspas) Pastores SE Keuskupan Amboina di wilayah Kevikepan Kepulauan Tanimbar-Maluku Barat Daya.
Peserta yang hadir berasal dari 14 Paroki, Kuasi Paroki, dan Stasi yang tersebar dari Olilit hingga Wuarlabobar, Seira, dan Fordata. Setiap wilayah mengutus 25 hingga 30 anak, didampingi para pembina, animator, dan animatris Sekami.
Pastor Vikaris Paroki Santo Pius X Larat, RD. Joseph Ohoiledjaan menyambut baik kepercayaan menjadikan parokinya sebagai tuan rumah. “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan iman Katolik anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan universal Gereja Katolik di seluruh dunia dalam Minggu Panggilan Sedunia ke-62,” ujarnya.
“Kami sudah melaksanakan pendalaman iman dan rekoleksi sejak Sabtu kemarin. Hari ini, Minggu sore, akan digelar Perayaan Ekaristi Kudus bersama dan malamnya ditutup dengan acara seremonial,” ungkapnya,” terang RD. Joseph Ohoiledjaan
Sementara itu, Pastor Paroki Santo Pius X Larat, RD Fransiskus Uweubun dalam sambutannya menyoroti makna sosial dari perayaan ini. Menurutnya, kehadiran anak-anak Sekami dari berbagai penjuru Tanimbar di kota Larat yang multikultural merupakan bentuk nyata semangat persaudaraan lintas agama.

“Anak-anak ini datang bukan hanya sebagai umat Katolik, tetapi mewakili wajah Gereja yang terbuka, penuh persaudaraan. Di Larat, kami hidup berdampingan dengan umat dari denominasi gereja lain. Maka kegiatan ini memperkuat persatuan yang selama ini digaungkan oleh Keuskupan Amboina,” ujarnya.
Juliana Chatarina Ratuanak turut mengapresiasi para Pastor Paroki yang selama ini aktif mendorong partisipasi anak-anak dalam kegiatan Sekami. Ia berharap semangat misioner terus bertumbuh melalui gerakan kecil anak-anak yang rela menyisihkan uang jajan demi membantu sesama.

Dengan semangat “Doa, Derma, Kurban, Kesaksian”, anak-anak Sekami diharapkan menjadi agen pewarta Injil yang tangguh sejak usia dini, yang membawa wajah Gereja yang penuh harapan dan cinta kasih di tengah dunia. (Delvia fun/Sofi Fun)











