SORONG, Monitorpapapua.com. – Vikjen Keusukupan Manokwari Sorong (Vikjen KMS), RD. Izaak Bame mengingatkan umat Katolik bahwa Perjamuan Terakhir adalah Warisan Abadi Yesus Kristus yang harus kita syukuri selama-lamanya.

Umat Katolik seluruh Dunia sedang merayakan Trihari Suci mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung dan Minggu Paskah. Hari ini, Kamis (17/4), ribuan umat Katolik memadati Gereja Katolik Santo Yohanes Pembaptis Klasaman Sorong untuk merayakan Ekaristi atau Misa Perjamuan Tuhan Yesus pada Kamis Putih sesuai Warna liturgi adalah warna Putih lambang keagungan Tuhan. kemuliaan Tuhan dan Sukacita Tuhan. Perayaan Cinta Kasih Tuhan dihadiri ribuan umat Katolik mengenakan busana putih. Gereja Katolik yang berada dekat hutan lindung itu tak mampu lagi menampung ribuan umat datang merayakan ekaristi Kamis Putih. Perayaan Ekaristi dipimpin Wakil Uskup atau Vikjen Keuskupan Manokwari Sorong, Izaak Bame diiringi koorsponsor dari Lingkungan Santa Maria.
Dalam khotbah, Wakil Uskup atau Vikjen Keuskupan Manokwari Sorong, Izaak Bame mengajak ribuan umat yang berhimpun untuk terus mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas warisan Perjamuan Abadi atau Perjamuan Terakhir Tuhan Yesus. Tri Hari Suci atau Tri Hari Paskah kita buka dengan dengan perayaan Kamis Putih. Tuhan mengadakan perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya. Perjamuan itu menjadi istimewa karena dua peristiwa penting, yaitu pertama, Yesus membasuh kaki para rasul. Kedua, Yesus memberikan wejangan terakhirnya kepada kedua belas murid-Nya.

Tindakan Yesus membasuh kaki para rasul adalah peristiwa tak lazim. Membasuh kaki adalah tugas yang dilakukan oleh para budak. Maka tidak Semoga perjamuan kasih di hari ini berbuahkan kasih bagi kita mengherankan jika Petrus dengan spontan menolaknya. Namun tindakan itu memiliki makna simbolis. Yesus rela memberikan kasih-Nya dengan setuntas-tuntasnya. Ia rela memberikan diri-Nya bagi manusia.
Izaak Bame memberikan sebuah kisah ‘sendok makan’. Ada seorang teman menyimpan sendok makan, bahannya biasa saja. Rupanya sendok makan itu milik almarhum ayahnya. Ia hanya melihat dan mengenang ayahnya dari kehadiran sendok makan itu. Apa maknanya bagi Kita?

“Peristiwa perjamuan terakhir sebelum menghadapi sengsara, Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir sebagai bentuk cinta kasih Tuhan kepada murid-murid-Nya. Sedangkan pembasuhan kaki mengajak kita untuk saling melayani dan cinta yang tanpa pamrih. Itulah warisan yang kita terima dari Tuhan Yesus. Anda boleh mewariskan mobil, tabungan, tanah kepada keturunan, tetapi ketika mati, semuanya sia-sia karena tidak membawanya ke Surga. Tuhan memberikan pesan dan wejangan agar saling membasuh kaki. Artinya, kita saling memberi pelayanan dengan penuh kasih,” ucap Pastor Paroki Sto. Yohanes Pembaptis.

“Tindakan Yesus menanggalkan jubah lalu membasuh kaki para murid adalah sebuah teladan dan ajakan. Kita harus menanggalkan keangkuhan dan kesombongan kita demi sebuah pelayanan. Bukankah Yesus rela menanggalkan keilahian-Nya, bahkan rela menderita sengsara demi ketaatan-Nya kepada Bapa? Malam ini, kita mengucap terimakasih kepada Tuhan Yesus karena mewariskan perjamuan terakhir kepada kita semua dan kepada Gereja, lihat Injil  Yohanes 13:1-15,”ujar Vikjen KMS melanjutkan pembasuhan kaki 12 Rasul. (Laurent R)











