28.8 C
Sorong
Beranda Papua Barat Daya Ditemukan Aset Daerah Papua Barat Daya Sebesar Rp 7 Triliun Rupiah

Ditemukan Aset Daerah Papua Barat Daya Sebesar Rp 7 Triliun Rupiah

40
Ditemukan Aset Daerah Papua Barat Daya Sebesar Rp 7 Triliun Rupiah
Ditemukan Aset Daerah Papua Barat Daya Sebesar Rp 7 Triliun Rupiah
- Iklan Berita 1 -

SORONG-PBD, Monitorpapua.com.- Sekertaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Yakob Kareth M.Si., mengatakan pihaknya telah melakukan validasi sehingga menemukan asset daerah Provinsi Papua Barat Daya bernilai Rp 7 miliar lebih sudah diserahkan Pemerintah Provinsi Papua Barat kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat  Daya. Penyerahaan ini disertai pengecekan asset oleh pihak Pemprov PBD.

Penyerahan asset tahap pertama senilai Rp 1.767.435.699.238.03.- dan tahap kedua kedua sebesar Rp 5.603.349.562.584.51.- Total keseluruhan sebesar Rp 7 miliar lebih.

Maka kata Sekda sosialisasi E-BMD adalah kegiatan pemerintah daerah Provinsi Papua Barat Daya untuk melatih dan memperkenalkan aplikasi “Elektronik Barang Milik Daerah” kepada petugas pengurus barang agar dapat dimasukan dalam E-BMD,

Demikian dijelaskan Sekda PBD kepada sejumlah wartawan yang hadir dalam kegiatan tersebut bertempat di ruang rapat utama Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (20/1)

Menurut Sekda PBD, Pertemuan ini sangat penting sekali bagi kepentingan Pemerintah Daerah Papua Barat Daya. Mengapa penting? Tanya Sekda,

“Karena sejak pernyerahan aset dari Pemerintah Provinsi Papua Barat ke Pemeirntah Papua Barat Daya, kami menerima asset sebanyak dua tahap. Pada tahap pertama dan tahap kedua, kami melakukan validasi, banyak sekali aset diserahkan Pemerintah Papua Barat baik asset tetap maupun aset bergerak lainnya,” jelas Sekda.

“Ada yang ditemukan dan ada yang tidak ditemukan. Misalkan yang tetap adalah tanah yang masuk dalam kategori Papua Barat ke Pemprov PBD. Kemudian bangunan, kendaraan, inventaris lainnya atau ada juga dalam bentuk sertifikat. Kita validasi dan melakukan pelatihan kepada bendahara barang kepada SKPD di Pemrpov PBD untuk memastikan keberadaan aset ini,” terang Sekda lagi.

Menurut Sekda PBD, pihaknya juga sudah turun lapangan, ada yang dijumpai, ada yang tidak dijumpai, ada yang dalam kondisi rusak berat, seperti kendaraan. Hal ini penting untuk memastikan setiap barang yang diserahkan kepada PBD dalam kondisi baik..

Tak ketinggalan juga adalah pembangunan jalan, neracanya kita pastikan sehingga kegiatan ini penting supaya kita pastikan semua asset itu ada. “Ini semua untuk penting sesuai penyerahan berita acara kepada Pemprov PBD, dan kami akan konfirmasi lagi ke Pemprov PB,” ucapnya..

Sebagai daerah otonomi baru, tambah Sekda PBD, pihaknya juga melakukan pembelanjaan sesuai APBD PBD. “Kalau dikalkulasi asset bertambah, tapi ada yang berkurang karena rusak da nada yang tidak ada lagi. Asset itu tersebar di Kota dan Kabupaten.

“Nilai asset yang telah diserahkan tahap pertama besesar Rp 1.767.435.699.238.03.- dan tahap kedua kedua sebesar Rp 5.603.349.562.584.51. Kegiatan selama tiga (3) hari ini kita berharap semua aset-aset PBD dapat dimaksimalkan dalam E-BMD dengan harapan laporan keuangan 2025 dapat tersusun,”papar Sekda.

Sosialisasi E-BMD adalah kegiatan pemerintah daerah untuk melatih dan memperkenalkan aplikasi “Elektronik Barang Milik Daerah” kepada petugas pengurus barang, bertujuan untuk mengelola aset daerah secara digital, terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Pelaporan Real-time: Mempermudah penyajian laporan barang milik daerah secara real-time dan terhubung ke Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI. (Stev, Ren)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini