28.1 C
Sorong
Beranda Papua Waryesi KNMP, Buka Harapan Baru Nelayan, dari Akses Pasar hingga Penguatan Ekonomi

Waryesi KNMP, Buka Harapan Baru Nelayan, dari Akses Pasar hingga Penguatan Ekonomi

14
Kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua,
Kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua,
- Iklan Berita 1 -

SUPIORI-PAPUA, Monitorpapua.com.- Kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, mulai membuka harapan baru bagi masyarakat pesisir. Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk menyediakan sarana pendukung aktivitas perikanan, tetapi juga memperkuat pengelolaan hasil tangkapan dan perekonomian masyarakat.

Potensi laut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kampung Waryesi. Namun, aktivitas nelayan masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan akses terhadap pasar.

Kondisi tersebut membuat hasil tangkapan belum selalu dapat dijual dengan mudah setelah nelayan kembali dari laut.

Nelayan Kampung Waryesi, Matias Mansoben, menggambarkan persoalan tersebut dari pengalaman masyarakat sehari-hari.

Menurut dia, belum tersedianya tempat penjualan ikan yang layak menjadi salah satu kendala ketika nelayan hendak memasarkan hasil tangkapan.

“Tempat untuk jual ikan sendiri belum ada, tempat yang layak untuk kami jual hasil tangkapan dari laut. Sehingga banyak yang kami bawa datang, kadang jual tidak laku, akhirnya bisa dimakan saja,” kata Matias.

Persoalan tersebut menunjukkan bahwa tantangan nelayan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menangkap ikan.

Setelah hasil laut diperoleh, nelayan juga membutuhkan dukungan untuk mendaratkan, menyimpan, mengelola, mendistribusikan, dan memasarkan hasil tangkapan agar memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Matias mengatakan, kondisi keterbatasan pasar tersebut masih menjadi persoalan yang harus dihadapi masyarakat. Sebagian hasil tangkapan dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi masih terdapat hasil laut yang belum memiliki tujuan pemasaran yang jelas.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam proses pembangunan
Semangat gotong royong yang terlihat dalam proses pembangunan

“Kami jual satu dua ekor untuk mungkin kebutuhan keluarga di rumah, sedangkan sebagian besar kami mau jual ke mana,” ujar Matias.

KNMP dan Harapan Baru Masyarakat Waryesi

Pembangunan KNMP Waryesi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi pesisir. Dukungan sarana perikanan, mulai dari kebutuhan melaut hingga penanganan hasil tangkapan, menjadi penting agar aktivitas nelayan tidak berhenti pada proses menangkap ikan.

Kebutuhan seperti BBM, es, tempat pendaratan, perahu, alat tangkap, serta akses transportasi dan pemasaran menjadi bagian yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha nelayan.

Dengan dukungan sarana yang memadai, masyarakat diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan aktivitas perikanan secara produktif. Bagi masyarakat Waryesi, kehadiran KNMP juga dinilai membuka wawasan mengenai peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi laut.

Pembangunan fasilitas tersebut memberikan gambaran bahwa hasil tangkapan dapat dikelola lebih baik apabila didukung sarana dan akses pasar yang memadai. Namun, manfaat ekonomi KNMP tidak semata-mata bergantung pada pembangunan fisik.Keberlanjutan manfaatnya juga membutuhkan pengelolaan fasilitas, keterlibatan masyarakat, serta dukungan terhadap rantai pemasaran hasil perikanan.

Menjaga KNMP untuk Jangka Panjang

Terkait hal itu, keberadaan KNMP di Waryesi membutuhkan rasa memiliki dari masyarakat.

Fasilitas yang tersedia perlu dimanfaatkan dan dirawat secara bersama-sama agar dapat mendukung aktivitas nelayan dalam jangka panjang. Harapan tersebut sejalan dengan pandangan Matias agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut menjaga dan mengelola fasilitas KNMP.

Dengan pengelolaan bersama, fasilitas yang dibangun diharapkan dapat terus digunakan untuk mendukung aktivitas perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir.

Bagi Waryesi, penguatan sektor perikanan bukan hanya tentang meningkatkan hasil tangkapan. Persoalan berikutnya adalah memastikan hasil laut tersebut memiliki akses menuju pasar dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga nelayan.

Dengan demikian, KNMP diharapkan berkembang menjadi ruang bersama yang menghubungkan aktivitas nelayan dengan pengelolaan hasil tangkapan dan peluang ekonomi lokal. Keberlanjutan pengelolaan fasilitas serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar harapan terhadap masa depan ekonomi pesisir Waryesi dapat terus dijaga.(*/Red)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini