25.7 C
Sorong
Beranda Papua Barat Daya Kunjungan Perdana Komunitas Santo Agustinus Paroki Yoh Pem di Lapas

Kunjungan Perdana Komunitas Santo Agustinus Paroki Yoh Pem di Lapas

68
Komunitas Kaum Bapak (KBK) Katolik Santo Agustinus Paroki Santo Yohanes Pembaptis Kota Sorong,Berkunjug ke Lapas
Komunitas Kaum Bapak (KBK) Katolik Santo Agustinus Paroki Santo Yohanes Pembaptis Kota Sorong,Berkunjug ke Lapas
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com. – Kunjungan perdana Komunitas Bapak-Bapak Katolik Santo Agustinus Paroki Santo Yohanes Pembaptis di Lembaga Pemasyarakatan Kota Sorong, Papua Barat Daya sangat menyentuh hati. Betapa tidak, Ketua Komunitas Kaum Bapak (KBK) Katolik Santo Agustinus Paulinus Bille bersama sejumlah bapak bisa berkunjung ke Lembaga Pemasyaraktan Kota Sorong, dan melihat lebih dekat kehidupan warga binaan Katolik di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Minggu 24 Agustus 2025.

Dalam Kunjungan tersebut, Ketua KBK Paulinus Bille berdiri teguh menyampaikan pesan Injil Tuhan kepada warga binaan Katolik di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Sorong Papua Barat, sekaligus mendengar keluh kesah warga binaan (narapidana) beragama Katolik.

Kunjungan ini diawali dengan Ibadah Sabda yang dipimpin Laurentius Reresi, Penyuluh Agama Katolik dari Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Sorong. Dalam renungannya, Laurentius Reresi memberikan penyuluhan rohani sesuai bacaan Injil pada Minggu dari Injil Lukas 13: 22-30.

Saudara-saudara warga binaan yang dikasihi Tuhan. ‘”Sabda Tuhan hari ini diawali dengan pertanyaan seorang murid, “Tuhan sedikit sajakah yang diselamatkan?” Tuhan tak menjawab secara langsung tetapi dengan sebuah pernyataan yang menantang: Berjuanglah melalui pintu yang sempit dan sesak.”

Ketua KBK Paulinus Bille berdiri teguh menyampaikan pesan Injil Tuhan kepada warga binaan Katolik
Ketua KBK Paulinus Bille berdiri teguh menyampaikan pesan Injil Tuhan kepada warga binaan Katolik

Kita ketahui, Tuhan tidak berbicara tentang hasil tetapi perlu berjuang dan berjuang. Siapa pun yang mau berjuang dan berusaha dengan sepenuh hati akan layak menerima yang menjadi haknya. Karenanya Tuhan menegaskan bahwa yang terakhir bisa menjadi yang terdahulu. Sebaliknya, yang terdahulu bisa menjadi yang terakhir. Siapa yang sungguh-sungguh berusaha dan berjuang melewati pintu yang sesak itu akan layak mendapatkan anugerah-Nya.

“Apakah kita sungguh-sungguh telah berjuang menuju Sang Pintu itu? Ataukah kita menghayati kekristenan kita dengan santai dan tanpa target? Sang Pintu adalah Tuhan sendiri. Ia membuka pintu untuk kita datang kepada-Nya. Kini Tuhan mengetuk hati kita agar jangan menjadi pengikut Kristus yang biasa-biasa tetapi harus luar biasa. Artinya, berani menjadi pelopor dalam bercinta kasih, berkorban dan rela mempertaruhkan apa pun demi iman dan Tuhan. Tak perlu kita fanatik dan radikal, tetapi siap menjadi pribadi yang memperjuangkan kebaikan dan keutamaan.

Dalam kunjungan, Komunitas KBK Santo Agustinus menyapa dan bertatap muka dengan warga binaan. Kaum Bapak merasa sangat senang bertemu bahkan ada warga binaan yang memiliki relasi keluarga dengan beberapa KBK Santo Agustinus membuat suasana terasa haru.

Kunjungan ini diawali dengan Ibadah Sabda yang dipimpin Laurentius Reresi, Penyuluh Agama Katolik
Kunjungan ini diawali dengan Ibadah Sabda yang dipimpin Laurentius Reresi, Penyuluh Agama Katolik

Ketua KBK sekali lagi dalam pesan rohaninya mengatakan kunjungan kasih ini bertujuan memberikan dukungan spiritual dan membantu warga binaan  agar dapat menjalani proses rehabilitasi dengan lebih baik. Kegiatan penyuluhan agama Katolik sangat penting dalam mendukung proses rehabilitasi, ”kata Paulinus Bille.

“Kegiatan penyuluhan agama Katolik di Lapas ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi narapidana sebagai warga binaan, membantu mereka menjalani masa hukuman dengan penuh pengharapan dan motivasi untuk memperbaiki diri,” ucap Ketua KBK mengakhiri.

“Terimakasih Bapak-Bapak Katolik Santo Agustinus sudah datang bersama rombongan untuk bertemu dengan kamii,” ungkap warga binaan

Selanjutnya, Komunitias Bapak-Bapak Katolik menyediakan hidangan santap sore bersama  puluhan warga binaan. Beberapa jam kemudian pintu Lapas ditutup, Kaum Bapak akhinya berpamitan pulang. (Ren)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini