Lebih 30 Kubangan Manganga di Jalan Protokol Kilometer 12 Masuk

0
320
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com – Benarkah akan ada Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya di Kota Sorong yang terus meninggalkan kenangan penderitaan rakyat Kota Sorong akibat banjir, tanah longsor termasuk jalan poros menuju pusat kota Sorong Alteri rusak parah dan berkolam?.

Bila terjadi maka semakin menderita rakyat kota Sorong. Jalan poros saja di tengah mata tidak diperbaiki bagaimana melakukan pemekaran kalau rakyat terus menderita?

Hal ini disampaikan sejumlah pejalan kaki, pengendara roda dua sewaktu melintasi wilayah kilometer 12 masuk. Mereka sangat heran karena jalan utama berkubang dan manganga di hadapan Pemerintah Kota Sorong dan rakyatnya. Bahkan pengendara roda dua susah melintasi wilayah tersebut karena terlalu dalam dan selalu digenangi air.

“Kami saja awak media tidak bisa lewati jalan ini mau menuju ke kantor Walikota, setiap hari, para pengendara putar balik dan kami awak Media pun terjebak dalam kubangan lumpur,” celetuk wartawan TG.

Akhirnya, sejumlah pengendar memutar kendaraanya kembali ke arah jalan rawa indah. Sejumlah orang yang diwawancarai termasuk penduduk yang tinggal di sekitar jalan tersebut sangat resah melintasi jalan ini dan mereka mengharapkan kepada Pemerintah Kota Sorong supaya dapat memperbaiki kerusakan jalan yang semakin parah.

“Jalan berkolam bagaikan kubangan di tengah badan jalan. Kami mengharapkan pihak Dinas PU kota Sorong supaya langsung meninjau lokasi jalan yang rusak supaya segera diperbaiki, karena ruas jalan itu adalah akses utama menuju pusat Kota dan mudah dilalui pedagang menuju ke pasar,” celetuk Santi warga pedagang kaki lima.

Pengamatan kami, jalan Alteri menuju ke kota memang rusak berlubang dan berbatu-batu di atas jalan. Pada hal jalan ini baru beberapa tahun dicor sudah rusak berlobang lobang dan berbatu batu dan kami yang mengendarai sepeda motor tidak tenang di atas motor karena banyak lobang. Itu pun bukan hanya satu lobang tetapi lebih dari 30 lubang.

“Jadi, kami masyarakat mengharapkan kepada Pemerintah Kota Sorong supaya secepatnya diperbaiki. Itu harapan kami warga yang tinggal di sekitar jalan utama termasuk pengendara roda dua dan roda empat serta pejalan kaki tidak aman melintasi jalan ini,” tegas Umar warga sekitar Kilometer 12.

Perdi, pengendara mobil truk yang sedang melakukan aktifitas melintasi jalan itu cemas karena mobilnya bisa rusak dan merusak jalan yang berlubang. Saya berharap Pemerintah jangan dulu mekarkan Provinsi Papua Barat Daya tetapi harus perhatikan semua unsur termasuk jalan raya yang berlubang dan manganga,”ujar pengendara Truck kepada wartawan saat melintasi jalur berlubang itu ( J.Girsang/MP).

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.