26.2 C
Sorong
Beranda Papua Barat Daya Bimas Katolik Kota Sorong Merayakan Ekaristi Bersama di Lembaga Pemasyarakatan

Bimas Katolik Kota Sorong Merayakan Ekaristi Bersama di Lembaga Pemasyarakatan

83
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sorong melalui Bimas Katolik memberikan penyuluhan agama Katolik kepada warga binaan
Kantor Kementerian Agama Kota Sorong Melalui Bimas Katolik Memberikan Penyuluhan agama di Lapas Kelas II B Sorong
- Iklan Berita 1 -

SORONG, Monitorpapua.com. – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sorong melalui Bimas Katolik memberikan penyuluhan agama Katolik kepada warga binaan beragama Katolik di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Sorong, Papua Barat Daya setiap Minggu pukul 15.30 Wit.

Bimas Katolik Kota Sorong bekerja sama dengan Tim Pastoral Wilayah (TPW) Keuskupan Manokwari Sorong (KMS)  memberikan pelayanan kepada warga binaan di Lembaga Pemasayarakatan Kelas II B Kota Sorong. Hal ini telah disampaikan Vikjen KMS, RD. Izaak Bame kepada Kepala Seksi Bimas Katolik, memudahkan tugas dan penyuluhan para penyuluh kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Sorong.
Wakil Uskup RD. Izaak Bame telah memulai merayakan Misa Perdana di Lapas Sorong pada tahun 2023 lalu. Kemudian pada tahun 2024 belum ada pelayanan karena sejumlah warga binaan harus mendapat pelayanan khusus dari pihak Lapas karena sejumlah kasus yang terjadi di Lapas Kelas II B.

Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen, RP. Mathias Alex Endy Ohoilean, SVD
Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen, RP. Mathias Alex Endy Ohoilean, SVD

Akhirnya, Bimas Katolik Kanwil Kemenag Papua Barat dalam kunjungan kerjanya meminta perhatian Lapas agar Penyuluh Katolik bisa membantu memberikan penyuluhan bagi warga binaan Katolik sehingga pada tanggal 3 November 2024, Bimas Katolik Kota Sorong sudah memulai melayani lagi di Lapas Sorong, bertemu dengan warga binaan. “Terimakasih Tuhan, kami mendapat pelayanan Misa Kudus,” ucapan syukur dari para Warga Binaan.

Pastor Paroki Santo Arnoldus Janssen, RP. Mathias Alex Endy Ohoilean, SVD mendapat tugas mempersembahkan Misa Kudus di Lembaga Pemasyarakatan Kota Sorong bersama puluhan warga binaan bertempat di Gereje milik Lembaga Pemasayarakatan kelas II B Kota Sorong. Perayaan Misa Kudus dihadiri para Penyuluh Agama Katolik Non PNS didampingi Penyuluh Agama ASN, Minggu 10 November 2024. Sebelum perayaan ekaristi dimulai, para warga binaan disiapkan untuk bertugas menjadi Lektor dan Pembaca Doa Umat. Sedangkan Pemazmur ditugaskan Pastor Paroki dari salah satu umat Paroki yang berkunjung. Sedangkan koorsponsor dari warga binaan yang mayoritas kaum pria.

Tata Liturgi Gereja Katolik diikuti para warga binaan dengan baik, sakral dan tertib. Pada awal Misa, Pastor Mathias Alex Endy Ohoilean mengajak seluruh warga binaan untuk terus menyerahkan diri kepada Tuhan Sang Pemilik Hidup ini. Maka diawal perayaan Ekaristi, RP. Mathias Ohoilean mengatakan bacaan Kitab Suci pada hari Minggu ini tentang nasehat Yesus agar waspada dan hati-hati terhadap para ahli Taurat. Mereka tidak bisa menjadi contoh bagi orang lain karena suka mencari pujian dan hormat. Kedua, kisah tentang orang-orang yang memberi persembahan, termasuk di antaranya adalah seorang janda miskin. Tuhan memuji persembahan janda miskin itu karena memberi dari kekurangannya.

Dalam khotbahnya, Pastor Mathias mengajak kelompok binaan agar selalu bertekun dalam doa, semangat kasih persaudaraan, suka cita, dan damai sejahtera sebagaimana janda miskin itu. Mari merenungkan betapa besarnya kasih Tuhan yang dinyatakan kepada kita. Hari ini, Tuhan sungguh hadir di tengah kita. Tuhan sangat mengasihi umat-Nya. “Sebagaimana kisah janda miskin ini (Injil Markus 12: 38-44) mengingatkan kita pada pemberian yang benar dan sungguh bermakna. Janda miskin itu memberi pada saat dia tidak bisa memberi. Artinya, Janda miskin itu memberi atau berderma pada saat dia mengalami kekurangan atau kesulitan. Walaupun persembahan janda miskin itu dari segi nominal sangat sedikit, tetapi ia memberikan dengan cinta yang besar,” terang Pastor Penyuluh.

Penyuluh Agama Katolik Non PNS Kota Sorong didampingi Ketua Pokjaluh
Penyuluh Agama Katolik Non PNS Kota Sorong didampingi Ketua Pokjaluh di Gereja Lapas Kelas II B Sorong

Lebih lanjut, Pastor Mathias mengatakan Janda itu hanya memberikan dua peser uang ke kotak persembahan. Namun jumlah itu merupakan penghasilannya yang didapat sepanjang hari. Dengan kata lain, ia memberikan seluruh penghasilannya kepada Tuhan demi cinta dan kurban bagi Tuhan. “Sangat jelas, Tuhan adalah penyelenggara kehidupan. Sudah sejak awal dunia, Tuhan adalah penyelenggara kehidupan. Itulah yang diyakini Janda itu,” kata Pastor Varis.

Tuhan tidak melihat berapa besar persembahan yang kita haturkan. Ia melihat kesungguhan hati kita untuk mempersembahkan hidup kepada Tuhan. Apakah kita telah mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan? Apakah kita telah mempersembahkan yang terbaik bagi keluarga yang kita sayangi? Juga kepada sesama terutama yang miskin dan menderita?

“Semoga kisah janda miskin ini mendorong kita untuk mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Kasih itu kita wujudkan dalam perhatian kepada sesama.
Menarik kisah janda yang dikisahkan Injil. Menurut janda itu, itu makanan terakhir, Elia minta siapkan makanan itu untuknya. Ternyata, mujizat terjadi, makanan ada. Minyak dan tepung tersedia. Minyak dan tepung tidak habis. Permintaan dan perintah Elia, membuat janda itu percaya dan tidak ragu melaksanakannya.

Tuhan Penyelenggara (Deus Providebit) kehidupan manusia. Janda itu percaya kepada Tuhan Penyelengara sehingga ia memberi derma dengan sepenuh hati.” Saya membayangkan nafkah hidupnya hanya dua ratus ribu rupiah. Itu harta yang dimiliki janda itu, ternyata dipersembahkan seluruh kepada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan penyelenggara kehidupan menerima derma janda itu. Ia memberi dari kekurangannya. Bahkan harapan hidupnya hanya derma itu saja,” terang Pastor Varis panggilan akrabnya.

Ketua Pokjaluh Berikan pembinaan khusus karena mereka belum menerima komuni pertama
Ketua Pokjaluh mendampingi warga binaan memberikan pembinaan khusus karena mereka belum menerima komuni pertama (Sakramen Ekaristi)

“Tuhan mengharapkan kita persembahkan hidup yang terbaik kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Warga binaan dibina menjadi orang yang baik di LP ini. Tentu sebagai orang-orang yang berkelakuan baik. Menjadi tidak baik jika warga binaan tidak bertobat seperti revidivis. Mari, kita dalam keseharian bertumbuhlah menjadi lebih baik di hadapan Tuhan dan sesame. Tuhan Yesus Imam Agung telah mempersembahkan hidup-Nya untuk selamanya yang kita rayakan dalam Ekaristi. Percayalah kepada Tuhan sebagai Penyelenggara Kehidupan. Kita harus menjadi tanda kabar gembira dan tanda kebahagiaan bagi orang lain.,” ajak Pastor Mathias mengakhiri khotbahnya.

Usai Misa Kudus, ada sejumlah warga binaan mendapat kesempatan untuk mengikuti pembinaan khusus karena mereka belum menerima komuni pertama (sakramen ekaristi) sewaktu berada di Paroki. (Laurent R)

Berikan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini