Ikatan Wartawan Online Desak Polisi Tangkap Otak Pembunuh Wartawan

0
57
- Iklan Berita 1 -

MAKASSAR, Monitorpapua.com – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) PW Sulawesi Selatan (Sulsel), Zulkifli Thahir desak pihak Kepolisian RI untuk menangkap otak pelaku pembunuhan terhadap oknum wartawan kabardaerah.com di Makassar.

Pasalnya, kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, korban tewas diketahui Identitasnya sebagai wartawan kabardaerah.com, di duga kuat dibunuh orang tidak dikenal.

Aksi pembunuhan sadis tersebut terjadi dipinggir Jalan Dusun Salu Bijau, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Mateng, Sulawasi Barat. Rabu (19/08/2020).

Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah Iptu Agung Setyo Negoro membenarkan hal tersebut, memang benar Demas Laira (28) adalah korban pembunuhan.

“Korban yang sudah diketahui Identitas nya bernama Demas Laira (28) berprofesi sebagai Wartawan kabardaerah.com adalah benar sebagai korban pembunuhan,” Ucap Iptu Agung Setyo Negoro.

Agung menambahkan, ada 8 luka tusukan di bagian ketiak sebelah kiri hingga bagian dada, yang menyebabkan korban tewas.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan menemukan beberapa barang bukti milik korban berupa kartu Identitas KTP, SIM, Id Card Media Online kabardaerah.com dan Indometro.id, serta satu unit sepeda motor. Selain itu kami juga menemukan satu buah sepatu tanpa ada pasangan nya yang belum di ketahui pemilik nya,” Lanjut Agung.

Mengetahui hal ini, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel, Zulkifli Thahir sangat geram kepada pelaku pembunuhan dan mengecam tindakan pelaku. Menurut Abang Chuleq sapaan akrab Ketua IWO Sulsel, peristiwa ini harus segera di tuntaskan, karena tindakan ini di nilai telah menciderai kemerdekaan pers serta mengkhianati kehidupan demokrasi di Tanah Air.

“IWO dan mungkin seluruh wartawan Indonesia mendesak kepada aparat penegak hukum agar secepatnya dapat menangkap pelaku dan otak pembunuhan itu, karena pembunuhan terhadap wartawan bukanlah hal yang biasa. Ini merupakan salah satu bentuk pembungkaman terhadap pers,” tutur Abang Chuleq

Ditambahkannya, semestinya masyarakat menempuh mekanisme hak jawab sesuai ketentuan UU Pers 40/1999 bukan melakukan Intimidasi apalagi pembunuhan. Seandainya belum puas, bisa mengadukan permasalahan ke Dewan Pers.

Hingga berita ini di tayangkan, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan Tim Reskrim Polres Mamuju Tengah. (Rlis/IWO)

Berikan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.